editing copy: Pemeriksaan Tulisan

  • Published on
    07-Aug-2015

  • View
    172

  • Download
    2

Transcript

1. EDITING Jaya Purnama 141310009 2. Menulis adalah menyusun kata-kata, yang akan dibaca, dikutip dan diingat orang. Penulis dan copy editor bekerja samauntuk mewujudkan tulisan ini. Penyuntingan naskah (copyediting) berarti menata naskah agar tidak terjadi kesalahan, seperti mengubah huruf besar untuk nama negara Indonesia dan meletakan koma dalam urutan kalimat singa, beruang, dan kerbau. Dewasa ini seorang penyunting naskah juga membahas tulisan bersama penulis dengan mengajukan pertanyaan dan mendiskusikan isu, struktur, dan aliran berita. 3. Salah satu kunci copyediting yang baik adalah tahu apa yang mesti ditanyakan kepada penulis naskah. Pertanyaan ini harus datang dari editor yang melihat berita dari perspektif pembaca. Proses pertanyaan ini akan membantu penulis mengembangkan pemahaman akan tujuan dan fokus berita. Pertanyaan itu dapat diorganisir sedemikian rupa dalam tiga tahap dasar: tahap perencanaan, tahap pengumpulan dan tahap penulisan. PROSES PEMERIKSAAN TULISAN PROSES PEMERIKSAAN TULISAN 4. 1. TAHAP PERENCANAAN Tujuan pertanyaan tahap ini membantu penulis menyusun pertanyaan atau fokus sebelumwawancara. 5. 2. TAHAP PENGUMPULAN Pertanyaan-pertanyaan dalam tahap pengumpulan harus membantu penulis untuk memilah-milih gambaran dalam dan informasi yang dikumpulkan dari wawancara dan observasi. 6. 3. TAHAPA PENULISAN Pertanyaan dalam tahap penulisan dimaksudkan untuk membantu penulis memilah-milih informasi riset dan wawancara. Penulis harus menentukan kutipan mana yang akan dipakai, apakah dengan mengutip persis kata demi kata atau tidak. Dalam setiap tahap, peran editor naskah adalah memberi bantuan kepada penulis dalam menyusun kata-kata atau kalimat berita. 7. SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK MENYUNTING 1. Editor yang baik perlu punya akses cepat ke banyak sumber 2. Pedoamn penulisan jurnalistik, seperti dari Associated Press atau New York Times, atau pedoman penulisan jurnalisme sekolah. 3. Kamus dan thesaurus, termasuk yang sudah dalam bentuk program pengolahan kata. 4. Direktori sekolah atau kampus yang berisi daftar seluruh nama siswa/mahasiwa, staf fakultas, sehingga reporter dan editor dapat memverifikasi ejaan nama, gelar dan sebagainya. 5. Buku telepon umum dan bisnis untuk memverifikasi nama dan alamat. 6. Kamus almanak dan biografis, yang berguna untuk memverifikasi fakta dan nama prestasi dari tokoh yang mungkin dikutip dalam berita. 7. Buku pegangan bahasa (EYD, pedoman tata bahasa) yang berguna bagi editor dan reporter. 8. Koran, majalah, dan yearbook edisi lama untuk memverifikasi update berita dan liputan terkini. 9. Berbekal ini semua, editor bisa mulai melakukan penyuntingan akhir. Untuk mengevaluasi berita, editor perlu membaginya menjadi beberapa bagian. 10. TERAS BERITA 11. Dalam teras berita langsung, apakah informasi yang terkini dan paling penting sudah ada? 12. Dapatkah teras berita itu diperpendek tetapi tetap jelas? 13. Dalam teras feature, apakah anekdot, gambar, atau pernyataan sudah sesuai dengan fokus berita? 14. Apakah semua faktanya sudah benar? 15. Teras berita ini memengaruhi dibaca atau tidaknya berita yang disajikan. Teras ini karenanya amat berharga dan penting bagi penulis berita. 8. ORGANISASI ISI BERITA DAN ALIRAN BERITA Meski para penulis pemula sering ingin mendapatkan resep penulisan isi, namun sesungguhnya tidakpedoman atau resep yang berlaku. Naun editor dapat memulai dengan pertanyaan seperti ini: Apakah ada pertanyaan yang belum terjawab? Apakah anda sudah menata berita sedemikian rupa sehingga dapat diapahami dengan jelas? Apakah anda sudah membaca berita keras- keras untuk memastikan aliran beritanya sudah bagus? 9. Dalam buku Coaching Writers, Roy Peter Clark dan Don Fry menulis beberapa tipa yang bisa digunakan oleh edotor untuk memberi saran kepada penulis berita: Tanyakan apa yang perlu diketahui oleh pembaca dan bagaimana urutannya? Aturlah materi dalam bentuk narasi dengan awal, pertengahan dan akhir. Tulis beberapa subjudul untuk suatu bagian dengan memvisualisasikan seperti apakah berita itu nantinya? Tulis daftar pelaku dalam berita dan motifnya. Tulis ringkasan berita dengan tepat tanpa pedulikan kalimatnya, kemudian cetaklah dan garis bawahi hal-hal yang penting dan susunlah dalam garis besar. Lalu buanglah ringkasan itu. Susun materi menjadi scene. Bab atau keduanya. 10. PEMBERITAAN PENGECEKKAN FAKTA Editor harus memahamidetail dan jika perlu, memeriksa setiap fakta, setiap nama dan setiap kata. Hilangkan fakta yang meragukan. Cek semua fakta untuk memastikan konsistensi. Konfirmasikan fakta dan lakukan verifikasi nama. Cek angka, khususnya yang berkaitan dengan total. Cermatlah dalam memeriksa tanggal dan waktu. Cek semua tanggal, bulan dan hari dengan merujuk pada kalender. 11. Editor memastikan kejelasan dari setiap kalimat dan paragraf. Editor dapat menggunaan petunjuk dibawah ini. Jika ada paragraf yang perlu ditata ulang, maka lakukannlah. Jika isi paragrafnya berulang-ulang, maka kombinasikanlah atau hilangkan salah satu. Jika paragraf terlalu panjang, maka pecahlah paragraf itu menjadi dua atau lebih paragraf. Jika naskah memuat daftar nama yang panjang, letakkan daftar itu di bagian lain seperti di sidebar atau ringkaslah isinya. Letakkan ide penting di awal kalimat. Buanglah kata atau kalimat atau klausal yang boros, atau kombinasikanlah. Sederhanaka kalimat yang rumit. Perkuat nada kalimat denganmengubah bentuk pasif menjadi aktif (tentu saja kadang- kadang bentuk pasih juga perlu). Dalam kalimat berikut ini aktif lebih baik. - Wampus Cats bermain defensif kali ini. (Bukan: Permainan defensif dilakukan oleh Wampus Cats) - Ryan Coleman terpilih kembali menjadi ketua senat. (Bukan: Lembaga senat memilih kembali Ryan Coleman sebagai ketua senat yang baru). Hilangkan ekspresi yang basi. Usahakan kalimat menjadi variatif. Tingkatkan diksinya dengan menggunakan kata spesifik dan tepat: berdebat berbeda dengan bantahan-bantahan; baik hati adalah umum, sedangkan dermawan, penyayang, adalah khusus; blak-blakan adalah sinonim untuk terus terang, terbuka, jujur, tetapi kata itu mengandung makna khusus; pohon adalah umum, sedangkan karet, jati, cemara adalah khusus. Hilangkan komentar editorial kecuali bentuk berita memang mengizinkan untuk dikomentari, yakni kolom, editorial atau review (ulasan). KEJELASAN DAN KERINGKASAN 12. DETAIL Saat editor mengkoreksi kesalahan ejaan, gaya dan tata bahasa, mungkin terjadi kesalahan lagi dalam proses koreksi ini. Diperlukan pembacaan finalo sekali lagi untuk memperbaikinya. 13. PROSES SELANJUTNYA Tugas editor naskah belum selesai meski kesalahan telah diperbaiki dan berita dipublikasikan. Sisihkan sedikit wktu untuk mendiskusikan berita dengan penulis. Diskusi pasca-publikasi dimaksudkan untuk mengevaluasi berita dan mengambil pelajaran. Editor dapat memberi saran soal teras berita, problem yang sering dihadapi, atau memberi saran perbaikan mutu berita. 14. MENYUNTING DI LAYAR KOMPUTER Editing berita di layar komputer telah lazim di gunakan oleh publikasi berita di mana-mana semakin populer di kalangan jurnalistik mahasiswa. editor melakukan editing di komputer harus mengembangkan cara tersendiri untuk membedakan antara komentar editing dengan teks aktual. staf publikasi menggunakan bentuk huruf besar semua, teks dengan garis bawah,garis di tngah huruf atau garis miring untuk mengindentifikasiki komentar dalam editing komputer. 15. KESALAHAN UMUM DALAM EDITING Menggunakan sinonim untuk kata. Menggunakan inisial sekolah. Penggunaan kata atau gaya penulisan secara tak konsisten. Penggunaan kata ganti yang tidak tepat. Menyisipkan kata ketika ditanya untuk menjelaskan kutipan. Mengkombinasikan beberapa kutipan diparagraf yang sama. Ketika pembicara mengubah topik, direkomendasikan menggunakan paragraf baru. Penyalahgunaan frase dinyatakan. Kata ini sebaiknya dipakai untuk kutipan dari teks tertulis. Jangan dipakai untuk kutipan dari wawancara langsung. Kesalahan penulisan nama. Reporter harus bertanya langsung ke yang punya nama. 16. sekian dan terimakasih