Terapi Bermain Pada Anak

  • Published on
    30-Dec-2015

  • View
    146

  • Download
    2

DESCRIPTION

fh

Transcript

TERAPI BERMAIN PADA ANAKA. PENGERTIAN BERMAINBermain adalah cara alamiah bagi anak mengungkapkan konflik dalam dirinya yang tidak disadari..Bermain adalah suatu kegiatan yang dilakukan sesuai dengan keinginan untuk memperoleh kesenangan.(Foster,1989)Bermain adalah kegiatan yang dilakukan untuk kesenangan yang ditimbulkan tanpa mempertimbangkan hasil akhir (Hurlock)Jadimkesimpulannya bermain adalah cara untuk memperoleh kesenangan tanpa mempertimbangkan hasil akhir.B. KATEGORI BERMAIN1. Bermain aktifYaitu anak banyak menggunakan energi inisiatif dari anak sendiri.Contoh : bermain sepak bola.2. Bermain pasifEnergi yang dikeluarkan sedikit,anak tidak perlu melakukan aktivitas (hanya melihat)Contoh : memberikan support.C. CIRI-CIRI BERMAIN1. Selalu bermain dengan sesuatu atau benda2. Selalu ada timbal balik interaksi3. Selalu dinamis4. Ada aturan tertentu5. Menuntut ruangan tertentuD. KLASIFIKASI BERMAIN MENURUT ISI1. Social affective playAnak belajar memberi respon terhadap respon yang diberikan oleh lingkungan dalam bentuk permainan,misalnya orang tua berbicara memanjakan anak tertawa senang,dengan bermain anak diharapkan dapat bersosialisasi dengan lingkungan.2. Sense of pleasure playAnak memproleh kesenangan dari satu obyek yang ada disekitarnya,dengan bermain dapat merangsang perabaan alat,misalnya bermain air atau pasir.3. Skill playMemberikan kesempatan bagi anak untuk memperoleh ketrampilan tertentu dan anak akan melakukan secara berulang-ulang misalnya mengendarai sepeda.4. Dramatika play role playAnak berfantasi menjalankan peran tertentu misalnya menjadi ayah atau ibuMENURUT KARAKTERISTIK SOSIAL1. Solitary playJenis permainan dimana anak bermain sendiri walaupun ada beberapa orang lain yang bermai disekitarnya. Biasa dilakukan oleh anak balita Todler.2. Paralel playPermainan sejenis dilakukan oleh suatu kelompok anak masing-masing mempunyai mainan yang sama tetapi yang satu dengan yang lainnya tidak ada interaksi dan tidak saling tergantung, biasanya dilakukan oleh anak preischoolContoh : bermain balok3. Asosiatif playPermainan dimana anak bermain dalam keluarga dengan aktifitas yangsma tetapi belum terorganisasi dengan baik,belum ada pembagian tugas,anak bermain sesukanya.4. Kooperatif playAnak bermain bersama dengan sejenisnya permainan yang terorganisasi dan terencana dan ada aturan tertentu. Bissanya dilakukanoleh anak usia sekolah AdolesenE. FUNGSI BERMAINAnak dapat melangsungkan perkembangannya1. PERKEMBANGAN SENSORI MOTORIKMembantu perkembangan gerak dengan memainkan obyek tertentu,misalnya meraih pensil.2. PERKEMBANGAN KOGNITIFMembantu mengenal benda sekitar(warna,bentuk kegunaan)3. KREATIFITASMengembangkan kreatifitas mencoba ide baru misalnya menyusun balok.4. PERKEMBANGAN SOSIALDiperoleh dengan belajar berinteraksi dengan orang lain dan mempelajari belajar dalam kelompok.5. KESADARAN DIRI(SELF AWARENESS)Bermain belajar memahami kemampuan diri kelemahan dan tingkah laku terhadap orang lain.6. PERKEMBANGAN MORALIntraksi dengan orang lain bertingkah laku sesuai harapan teman menyesuaikan dengan aturan kelompok.Contoh : dapat menerapkan kejujuran.7. TERAPIBermain kesempatan pada anak untuk mengekspresikan perasaan yang tidak enak misalnya : marah,takut,benci.8. KOMUNIKASIBermain sebagai alat komunikasi terutama bagi nak yang belum dapat mengatakan secara verbal, misalnya : melukis,menggambar,bermain peran.F. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AKTIVITAS BERMAIN1. Tahap perkembangan,tiap tahap mempunyai potensi/keterbatasan2. Status kesehatan,anak sakit perkembangan psikomotor kognitif terganggu3. Jenis kelamin4. Lingkungan lokasi,negara,kultur.5. Alat permainan senang dapat menggunakan6. Intelegensia dan status social ekonomiG. TAHAP PERKEMBANGAN BERMAIN1. Tahap eksplorasiMerupkan tahapan menggali dengan melihat cara bermain2. Tahap permainanSetelah tahu cara bermain,anak mulai masuk dalam tahap perminan.3. Tahap bermin sungguhanAnak sudah ikut dalam perminan.4. Tahap melamunMerupakan tahapan terakhir anak membayangkan permainan berikutnya.H. KARAKTERISTIK BERMAIN SESUAI TAHAP PERKEMBANGAN1 BULANVISUAL : Lihat dengan jarak dekatGantungkan benda yang terang dan menyolokAUDITORI : Bicara dengan bayi, menyanyi,musik,radio,detik jamTAKTIL : Memeluk,menggendong,memberi kesenanganKINETIK : Mengayun,naik kereta dorong2-3 BULANVISUAL : Buat ruangan menjadi tenang,gambar,cermin ditembokBawa bayi ke ruangan lainLetakkan bayi agar dapat memandang disekitarAUDITORI : Bicara dengan bayi,beri mainan bunyi,ikut sertakan dalam pertemuan keluarga.TAKTIL : Memandikan ,mengganti popok,menyisir rambut dengan lembut,gosok dengan lotion/bedakKINETIK : Jalan dengan kereta,gerakan berenang,bermain air4-6 BULANVISUAL : Bermain cermin,anak nonton TVBeri mainan dengan warna terangAUDITORI : Anak bicara,ulangi suara yang dibuat,panggil nama,Remas kertas didekat telinga,Pegang mainan bunyi.TAKTIL : Beri mainan lembut/kasar,mandi cemplung/ceburKINETIK : Bantu tengkurap,sokong waktu duduk6-9 BULANVISUAL : Mainan berwarna,bermain depan cermin,ciluk .ba.Beri kertas untuk dirobek-robek.AUDITORI : Panggil nama Mama Papa,dapat menyebutkan bagian tubuh,Beri tahu yang anda lakukan,ajarkan tepuk tangan dan beri perintah sederhana.TAKTIL : Meraba bahan bermacam-macam tekstur,ukuran,main air mengalirBerenangKINETIK : Letakkan mainan agak jauh lalu suruh untuk mengambilnya.9-12 BULANVISUAL : Perlihatkan gambar dalam buku. Ajak pergi ke berbagai tempatBermain bola, Tunjukkan bangunan agak jauh.AUDITORI : Tunjukkan bagian tubuh dan sebutkan,Kenalkan dengan suara binatangTAKTIL : Beri makanan yang dapat dipegangKenalkan dingin,panas dan hangat.KINETIK : Beri mainanMainan yang dianjurkan untuk Bayi 6-12 bulan Blockies warna-warni jumlah,ukuran. Buku dengan gambar menarik Balon,cangkir dan sendok Boneka bayi Mainan yang dapat didorong dan ditarikTODLER ( 2-3 TAHUN ) Mulai berjalan,memanjat,lari Dapat memainkan sesuatu dengan tangannya Senang melempar,mendorong,mengambil sesuatu Perhatiannya singkat Mulai mengerti memiliki Ini milikku . Karakteristik bermain Paralel Play Toddler selalu brtengkar saling memperebutkan mainan/sesuatu Senang musik/iramaMainan Untuk Toddler Mainan yang dapat ditarik dan didorong Alat masak Malam,lilin Boneka,Blockies,Telepon,gambar dalam buku,bola,dram yang dapat dipukul,krayon,kertas.PRE-SCHOOL Cross motor and fine motors Dapat melompat,bermain dan bersepeda. Sangat energik dan imaginative Mulai terbentuk perkembangan moral Mulai bermain dengan jenis kelamin dan bermain dgn kelompok Karakteristik bermain Assosiative play Dramatic play Skill play Laki-laki aktif bermain di luar Perempuan didalam rumahMainan untuk Pre-school Peralatan rumah tangga Sepeda roda Tiga Papan tulis/kapur Lilin,boneka,kertas Drum,buku dengan kata simple,kapal terbang,mobil,trukUSIA SEKOLAH Bermain dengan kelompok dan sama dengan jenis kelamin Dapat belajar dengan aturan kelompok Belajar Independent,cooperative,bersaing,menerima orang lain. Karakteristik Cooperative Play Laki-laki : Mechanical Perrempuan : Mother RoleMainan untuk Usia Sekolah6-8 TAHUNKartu,boneka,robot,buku,alat olah raga,alat untuk melukis,mencatat,sepeda.8-12 TAHUNBuku,mengumpulkan perangko,uang logam,pekerjaan tangan,kartu,olah raga bersama,sepeda,sepatu roda.BERMAIN DI RUMAH SAKITTUJUAN1. Melanjutkan tugas kembang selama perawatan2. Mengembangkan kreativitas melalui pengalaman permainan yang tepat3. Beradaptasi lebih efektif terhadap stress karena sakit atau dirawatPRINSIP1. Tidak banyak energi,singkat dan sederhana2. Mempertimbangkan keamanan dan infeksi silang3. Kelompok umur sama4. Melibatkan keluarga/orang tua.UPAYA PERAWATAN DLM PELAKSANAAN BERMAIN1. Lakukan saat tindakan keperawatan2. Sengaja mencari kesempatan khususBEBERAPA HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN1. Alat bermain2. Tempat bermainPELAKSANAAN BERMAIN DI RS DIPENGARUHI OLEH :1. Faktor pendukungPengetahuan perawat,fasilitas kebijakan RS,kerjasama Tim dan keluarga2. Faktor penghambatTidak semua RS mempunyai fasilitas bermain. Contoh SAP Terapi Bermain AnakTerapi Bermain AnakRencana Pelaksanaan :NoTerapisWaktuSubjek terapi1Persiapan a. Menyiapkan ruangan.b. Menyiapkan alat-alat.c. Menyiapkan anak dan keluarga15 menit2Proses :a. Membuka proses terapi bermain dengan mengucap kan salam, memperkenalkan diri.b. Menjelaskan pada anak dan keluarga tentang tujuan dan manfaat bermain, menjelaskan cara permainan.c. Mengajak anak bermain .d. Mengevaluasi respon anak dan keluarga.2 menit5 menit20 menit3 menitMenjawab salam, Memperkenalkan diri, MemperhatikanBermain bersama dengan antusias dan mengungkapkan perasaannya3Penutup (1 menit).Menyimpulkan, mengucapkan salam1 menitMemperhatikan dan menawab salamMATERI TERAPI BERMAINPENDAHULUAN: Bermain merupakan suatu aktivitas bagi anak yang menyenangkan dan merupakan suatu metode bagaimana mereka mengenal dunia. Bagi anak bermain tidak sekedar mengisi waktu, tetapi merupakan kebutuhan anak seperti halnya makanan, perawatan, cinta kasih dan lain-lain. Anak-anak memerlukan berbagai variasi permainan untuk kesehatan fisik, mentaldan perkembangan emosinya.Dengan bermain anak dapat menstimulasi pertumbuhan otot-ototnya, kognitifnya dan juga emosinya karena mereka bermain dengan seluruh emosinya, perasaannya dan pikirannya. Elemen pokok dalam bermain adalah kesenangan dimana dengan kesenangan ini mereka mengenal segala sesuatu yang ada disekitarnya sehingga anak yang mendapat kesempatan cukup untuk bermain juga akan mendapatkan kesempatan yang cukup untuk mengenal sekitarnya sehingga ia akan menjadi orang dewasa yang lebih mudah berteman, kreatif dan cerdas, bila dibandingkan dengan mereka yang masa kecilnya kurang mendapat kesempatan bermain.KEUNTUNGAN BERMAINKeuntungan-keuntungan yang didapat dari bermain, antara lain:1. Membuang ekstra energi.2. Mengoptimalkan pertumbuhan seluruh bagian tubuh, seperti tulang, otot dan organ-organ.3. Aktivitas yang dilakukan dapat merangsang nafsu makan anak.4. Anak belajar mengontrol diri.5. Berkembanghnya berbagai ketrampilan yang akan berguna sepanjang hidupnya.6. Meningkatnya daya kreativitas.7. Mendapat kesempatan menemukan arti dari benda-benda yang ada disekitar anak.8. Merupakan cara untuk mengatasi kemarahan, kekuatiran, iri hati dan kedukaan.9. Kesempatan untuk bergaul dengan anak lainnya.10. Kesempatan untuk mengikuti aturan-aturan.11. Dapat mengembangkan kemampuan intelektualnya.MACAM BERMAIN1. Bermain aktifPada permainan ini anak berperan secara aktif, kesenangan diperoleh dari apa yang diperbuat oleh mereka sendiri. Bermain aktif meliputi :a. Bermain mengamati/menyelidiki (Exploratory Play)Perhatian pertama anak pada alat bermain adalah memeriksa alat permainan tersebut, memperhatikan, mengocok-ocok apakah ada bunyi, mencium, meraba, menekan dan kadang-kadang berusaha membongkar.b. Bermain konstruksi (Construction Play)Pada anak umur 3 tahun dapat menyusun balok-balok menjadi rumah-rumahan.c. Bermain drama (Dramatic Play)Misal bermain sandiwara boneka, main rumah-rumahan dengan teman-temannya.d. Bermain fisikMisalnya bermain bola, bermain tali dan lain-lain.2. Bermain pasifPada permainan ini anak bermain pasif antara lain dengan melihat dan mendengar. Permainan ini cocok apabila anak sudah lelah bernmain aktif dan membutuhkan sesuatu untuk mengatasi kebosanan dan keletihannya.Contoh ; Melihat gambar di buku/majalah.,mendengar cerita atau musik,menonton televisi dsb.Dalam kegiatan bermain kadang tidak dapat dicapai keseimbangan dalam bermain, yaitu apabila terdapat hal-hal seperti dibawah ini :1. Kesehatan anak menurun. Anak yang sakit tidak mempunyai energi untuk aktif bermain.2. Tidak ada variasi dari alat permainan.3. Tidak ada kesempatan belajar dari alat permainannya.4. Tidak mempunyai teman bermain.ALAT PERMAINAN EDUKATIF (APE)Alat Permainan Edukatif (APE) adalah alat permainan yang dapat mengoptimalkan perkembangan anak, disesuaikan dengan usianya dan tingkat perkembangannya, serta berguna untuk :1. Pengembangan aspek fisik, yaitu kegiatan-kegiatan yang dapat menunjang atau merangsang pertumbuhan fisik anak, trediri dari motorik kasar dan halus.Contoh alat bermain motorik kasar : sepeda, bola, mainan yang ditarik dan didorong, tali, dll. Motorik halus : gunting, pensil, bola, balok, lilin, dll.2. Pengembangan bahasa, dengan melatih berbicara, menggunakan kalimat yang benar.Contoh alat permainan : buku bergambar, buku cerita, majalah, radio, tape, TV, dll.3. Pengembangan aspek kognitif, yaitu dengan pengenalan suara, ukuran, bentuk. Warna, dll. Contoh alat permainan : buku bergambar, buku cerita, puzzle, boneka, pensil warna, radio, dll.4. Pengembangan aspek sosial, khususnya dalam hubungannya dengan interaksi ibu dan anak, keluarga dan masyarakatContoh alat permainan : alat permainan yang dapat dipakai bersama, misal kotak pasir, bola, tali, dll.HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM BERMAIN1. Bermain/alat bermain harus sesuai dengan taraf perkembangan anak.2. Permainan disesuaikan dengan kemampuan dan minat anak.3. Ulangi suatu cara bermain sehingga anak terampil, sebelum meningkat pada keterampilan yang lebih majemuk.4. Jangan memaksa anak bermain, bila anak sedang tidak ingin bermain.5. Jangan memberikan alat permainan terlalu banyak atau sedikit.BENTUK- BENTUK PERMAINAN1. Usia 0 12 bulanTujuannya adalah :a. Melatih reflek-reflek (untuk anak bermur 1 bulan), misalnya mengisap, menggenggam.b. Melatih kerjasama mata dan tangan.c. Melatih kerjasama mata dan telinga.d. Melatih mencari obyek yang ada tetapi tidak kelihatan.e. Melatih mengenal sumber asal suara.f. Melatih kepekaan perabaan.g. Melatih keterampilan dengan gerakan yang berulang-ulang.Alat permainan yang dianjurkan :a. Benda-benda yang aman untuk dimasukkan mulut atau dipegang.b. Alat permainan yang berupa gambar atau bentuk muka.c. Alat permainan lunak berupa boneka orang atau binatang.d. Alat permainan yang dapat digoyangkan dan keluar suara.e. Alat permainan berupa selimut dan boneka.2. Usia 13 24 bulanTujuannya adalah :a. Mencari sumber suara/mengikuti sumber suara.b. Memperkenalkan sumber suara.c. Melatih anak melakukan gerakan mendorong dan menarik.d. Melatih imajinasinya.e. Melatih anak melakukan kegiatan sehari-hari semuanya dalam bentuk kegiatan yang menarikAlat permainan yang dianjurkan:a. Genderang, bola dengan giring-giring didalamnya.b. Alat permainan yang dapat didorong dan ditarik.c. Alat permainan yang terdiri dari: alat rumah tangga(misal: cangkir yang tidak mudah pecah, sendok botol plastik, ember, waskom, air), balok-balok besar, kardus-kardus besar, buku bergambar, kertas untuk dicoret-coret, krayon/pensil berwarna.3. Usia 25 36 bulan Tujuannya adalah ;a. Menyalurkan emosi atau perasaan anak.b. Mengembangkan keterampilan berbahasa.c. Melatih motorik halus dan kasar.d. Mengembangkan kecerdasan (memasangkan, menghitung, mengenal dan membedakan warna).e. Melatih kerjasama mata dan tangan.f. Melatih daya imajinansi.g. Kemampuan membedakan permukaan dan warna benda.Alat permainan yang dianjurkan :a. Alat-alat untuk menggambar.b. Lilin yang dapat dibentuk c. Pasel (puzzel) sederhana.d. Manik-manik ukuran besar.e. Berbagai benda yang mempunyai permukaan dan warna yang berbeda.f. Bola.4.Usia 32 72 bulanTujuannya adalah :a. Mengembangkan kemampuan menyamakan dan membedakan.b. Mengembangkan kemampuan berbahasa.c. Mengembangkan pengertian tentang berhitung, menambah, mengurangi.d. Merangsang daya imajinansi dsengan berbagai cara bermain pura-pura (sandiwara).e. Membedakan benda dengan permukaan.f. Menumbuhkan sportivitas.g. Mengembangkan kepercayaan diri.h. Mengembangkan kreativitas.i. Mengembangkan koordinasi motorik (melompat, memanjat, lari, dll).j. Mengembangkan kemampuan mengontrol emosi, motorik halus dan kasar.k. Mengembangkan sosialisasi atau bergaul dengan anak dan orang diluar rumahnya.l. Memperkenalkan pengertian yang bersifat ilmu pengetahuan, misal : pengertian mengenai terapung dan tenggelam.m. Memperkenalkan suasana kompetisi dan gotong royong.Alat permainan yang dianjurkan :a. Berbagai benda dari sekitar rumah, buku bergambar, majalah anak-anak, alat gambar & tulis, kertas untuk belajar melipat, gunting, air, dll.b. Teman-teman bermain : anak sebaya, orang tua, orang lain diluar rumah.6. Usia PrasekolahAlat permainan yang dianjurkan :a. Alat olah raga.b. Alat masakc. Alat menghitung d. Sepeda roda tigae. Benda berbagai macam ukuran.f. Boneka tangan.g. Mobil.h. Kapal terbang.i. Kapal laut dsb7. Usia sekolahJenis permainan yang dianjurkan :a. Pada anak laki-laki : mekanik.b. Pada anak perempuan : dengan peran ibu.8. Usia Praremaja (yang akan dilakukan oleh kelompok)Karakterisrik permainnya adalah permainan intelaktual, membaca, seni, mengarang, hobi, video games, permainan pemecahan masalah.9. Usia remajaJenis permainan : permainan keahlian, video, komputer, dll.BERMAIN KETIKA ANAK MASUK RAWAT INAPTujuan kegiatan :1. Memberi informasi.2. Memicu normalisasi.3. Menggunakan sistem pendukung yang dikenal.4. Mengidentifikasi teknik koping.Contoh kegiatan :1. Mendesain tanda selamat datang.2. Memicu orang tua mengisi angket mengenai ritual anak.3. Memicu orang tua membawa foto dan mainan.4. Memberi daftar kegiatan rumah sakit.5. Proaktif melakukan permainan.Kegiatan untuk kesadaran dan citra diriTujuan kegiatan : meningkatkan pengetahuan tentang bagian tubuh internal dan eksternal, fungsi tubuh dan penerimaan akan tubuhnya.Kegiatan :1. Belajar tentang bagian tubuh luar.2. Belajar tentang bagian tubuh dalam.3. Belajar tentang fungsi tubuh.4. Belajar menerima tubuh.Mainan anak dan terapi bermainContoh kurikulum untuk terapi bermainSetiap sesi permainan harus meliputi kegiatan berbahasa, bergerak dan bermain.Kegiatan berbahasaAjari anak lagu setempat. Ajak anak untuk tertawa, berbicara dan menjelaskan apa yang sedang dilakukannya.Kegiatan bergerak/motorikSelalu semangati anak untuk menampilkan kegiatan motorik yang sesuai.Kegiatan bermainGelangan tali (mulai umur 6 bulan)Gulungan benang dan barang-barang kecil lain (misalnya potongan leher botol plastik) dijadikan gelang. Ikat gelang dalam satu tali, dengan menyisakan panjang ujung tali sebagai gantungan.Permainan Balok (mulai umur 9 bulan)Balok-balok kecil dari kayu. Haluskan permukaan balok dengan ampelas dan warnai dengan warna cerah, jika memungkinkan.Mainan masuk-masukan (mulai umur 9 bulan)Potong bagian dasar dua buah botol yang berbentuk sama, tapi berbeda ukuran. Botol yang berukuran kecil harus dapatdimasukkan ke dalam botol yang lebih besar.Mainan keluar-masuk (mulai umur 9 bulan)Berbagai plastik atau karton dan barang kecil (jangan terlalu kecil, hingga dapattertelan anak).Bunyi-bunyian (mulai umur 12 bulan)Potongan panjang bekas botol plastikberbagai warna dimasukkan ke dalam botol transparan yang ditutup erat.Tetabuhan (mulai umur 12 bulan)Aneka kaleng logam dengan tutup yangerat.Boneka (mulai umur 12 bulan)Gunting 2 lembar kain menyerupai boneka dan jahit kedua ujungnya menjadi satu dengan meninggalkan sedikit lubang. Tarik bagian dalam boneka ke arah luar dan isi dalamnya dengan kain bekas. Jahit bagian yang masih terbuka dan gambarkan wajah pada kepala boneka tersebut.Botol Penyimpanan (mulai umur12 bulan)Satu botol plastik transparan berukuran besar dengan leher yang kecil danbenda-benda kecil panjang yang dapat masukmelalui leher botol tersebut (jangan terlalu kecil hingga tertelan anak).Mainan dorongan (mulai umur 12 bulan)Buat lubang di tengah dari dasar dan tutup kaleng, Rentangkan sepotong kawat (kira-kira sepanjang 60 cm) melalui tiap lubang dan ikat ujungnya di dalam kaleng.Letakkan beberapa tutup botol dari logam ke kaleng dan tutup erat. Kaleng dapat didorong seperti kereta.Mainan tarikan (mulai umur 12 bulan)Sama seperti diatas, hanya gunakan benang sebagai pengganti kawat. Kaleng di tarik.Tumpukan tutup botol (mulai umur12 bulan)Potong sedikitnya tiga botol plastik denganbentuk yang sama menjadi dua bagian dan tumpuk.Cermin (mulai umur 18 bulan)Tutup kaleng tanpa tepi yang tajam.Permainan susun gambar (mulai umur18 bulan)Gambar suatu bentuk (misalnya boneka) menggunakan krayon pada sepotong karton persegi. Potong gambar tersebut menjadi dua atau empat bagian.Buku (mulai umur 18 bulan)Gunting 3 potongan karton berbentukpersegi dan berukuran sama. Tempel dan rekatkan atau buatlah gambar di kedua sisi masing-masing potongan. Buatlah 2 buah lubang pada satu sisi potongan dan jahitkan tali di tepinya untuk membuatnya serupa buku.DOSIS OBATBagian ini menjelaskan dosis obat-obatan yang telah disebutkan dalam buku pedoman ini. Untuk memberi kemudahan dan menghindari melakukan penghitungan, pemberian dosis disesuaikan dengan berat badan anak.Kesalahan dalam menghitung dosis obat merupakan hal umum yang terjadi dalam praktik rumah sakit di seluruh dunia, karenanya penghitungan sebaiknya dihindari, sebisa mungkin.Beberapa dosis obat diberikan sesuai dengan berat badan anak mulai dari berat 3 kg hingga 29 kg.Tabel obat untuk bayi umur < 2 bulan terdapat pada tautan di akhir halaman ini.Namun demikian untuk beberapa obat (misalnya, anti-retroviral), sebaiknya dilakukan penghitungan TEPAT dan PASTI dari dosis obat perorangan berdasarkan berat badan anak, bila memungkinkan. Obat jenis ini dan obat lain yang dosis tepatnya benar-benar penting untuk kepastian efek terapi atau untuk menghindari toksisitas, misalnya: digoksin, kloramfenikol, aminofilin dan obat antiretroviral.Pada beberapa obat antiretroviral, dosis yang direkomendasikan sering diberikan berdasarkan keadaan luas permukaan tubuh anak. Tabel yang menggambarkan perkiraan luas permukaan tubuh anak untuk berbagai katagori berat diberikan di bawah ini untuk membantu penghitungan.Selanjutnya dosis pada tabel dapat digunakan untuk memeriksa apakah dosis yang telah dihitung sudah tepat (dan untuk memeriksa pula apakah ada kesalahan penghitungan).Dengan demikian anak yang mempunyai berat 10 kg dan tinggi 72 cm memiliki luas permukaan tubuh sebesar:Dosis obat berdasarkan luas permukaan tubuh anak (m2)Catatan kaki:Contoh: Jika dosis yang direkomendasikan adalah 400mg/m2 dua kali per hari, maka pada anak dengan berat antara 15 19 kg dosis tersebut adalah:(0.60.8) x 400 = 244 316 mg dua kali sehariCAIRAN INFUSTabel berikut menggambarkan komposisi cairan infus yang tersedia di pasaran dan umum digunakan pada neonatus, bayi dan anak-anak. Sebagai pertimbangan cairan mana yang digunakan dalam kondisi tertentu, lihat uraian pada tiap bab sebelumnya, misalnya untuk syok (bagan 8), untuk neonatus (bagian 3.9.2), untuk anak dengan gizi buruk (bagian 7.4.3), untuk prosedur bedah (bagian 9.1.3), dan untuk terapi penunjang umum (bagian 10.2). Perhatikan bahwa tidak ada cairan yang mengandung kalori yang cukup untuk dukungan nutrisi jangka panjang bagi anak, namun beberapa cairan mengandung kalori lebih sedikit dari yang lainnya. Lebih baik melakukan pemberian makanan dan cairan lewat mulut atau menggunakan pipa nasogastrik bila telah memungkinkan.MELAKUKAN PENILAIAN STATUS GIZI ANAKPenilaian status gizi anak di fasilitas kesehatan (Puskesmas, Rumah Sakit dll), tidak didasarkan pada Berat Badan anak menurut Umur (BB/U). Pemeriksaan BB/U dilakukan untuk memantau berat badan anak, sekaligus untuk melakukan deteksi dini anak yang kurang gizi (gizi kurang dan gizi buruk). Pemantauan berat badan anak dapat dilakukan di masyarakat (misalnya posyandu) atau di sarana pelayanan kesehatan (misalnya puskesmas dan Klinik Tumbuh Kembang Rumah Sakit), dalam bentuk kegiatan pemantauan Tumbuh Kembang Anak dengan menggunakan KMS (Kartu Menuju Sehat), yang dibedakan antara anak laki-laki dan perempuan.Status gizi anak < 2 tahun ditentukan dengan menggunakan tabel Berat Badan menurut Panjang Badan (BB/PB); sedangkan anak umur 2 tahun ditentukan dengan menggunakan tabel Berat Badan menurut Tinggi Badan (BB/TB).Anak didiagnosis gizi buruk apabila secara klinis Tampak sangat kurus dan atau edema pada kedua punggung kaki sampai seluruh tubuh dan atau jika BB/PB atau BB/TB < - 3 SD atau 70% median. Sedangkan anak didiagnosis gizi kurang jika BB/PB atau BB/TB < - 2 SD atau 80% medianBALLARD SCOREBallard score merupakan suatu versi sistem Dubowitz. Pada prosedur ini penggunaan kriteria neurologis tidak tergantung pada keadaan bayi yang tenang dan beristirahat, sehingga lebih dapat diandalkan selama beberapa jam pertama kehidupan. Penilaian menurut Ballard adalah dengan menggabungkan hasil penilaian maturitas neuromuskuler dan maturitas fisik. Kriteria pemeriksaan maturitas neuromuskuler diberi skor, demikian pula kriteria pemeriksaan maturitas fisik. Jumlah skor pemeriksaan maturitas neuromuskuler dan maturitas fisik digabungkan, kemudian dengan menggunakan tabel nilai kematangan dicari masa gestasinya.1 a. Maturitas Fisik1Penjelasan : 1. KulitPematangan kulit janin melibatkan pengembangan struktur intrinsiknya bersamaan dengan hilangnya bertahap lapisan pelindung, yang kaseosa vernix. Oleh karena itu, mengental, mengering dan menjadi kusut dan / atau kulit, dan mungkin mengembangkan ruam sebagai pematangan janin berlangsung. Fenomena ini dapat terjadi di berbagai langkah pada janin individu tergantung di bagian atas kondisi ibu dan lingkungan intrauterin. Sebelum pengembangan epidermis dengan perusahaan stratum korneum, kulit transparan dan mematuhi agak ke jari pemeriksa. Kemudian menghaluskan, mengental dan menghasilkan pelumas, dengan vernix, yang menghilang menjelang akhir kehamilan.Pada jangka panjang dan pasca-panjang, janin dapat mengalihkan mekonium ke dalam cairan ketuban. Hal ini dapat menambahkan efek untuk mempercepat proses pengeringan, menyebabkan mengelupas, retak, dehidrasi, dan menanamkan sebuah perkamen, kemudian kasar, penampilan untuk kulit. Untuk tujuan penilaian, alun-alun yang menggambarkan kulit bayi yang paling dekat harus dipilih. 2. LanugoLanugo adalah rambut halus menutupi tubuh janin. Dalam ketidakdewasaan ekstrim, kulit tidak memiliki apapun lanugo. Hal ini mulai muncul di sekitar minggu 24 sampai 25 dan biasanya berlimpah, terutama di bahu dan punggung atas, pada minggu 28 kehamilan. Penipisan terjadi pertama di atas punggung bawah, mengenakan pergi sebagai kurva tubuh janin maju ke posisinya matang, tertekuk. Daerah kebotakan muncul dan menjadi lebih besar dari daerah lumbo-sakral. Pada sebagian besar janin kembali tanpa lanugo, yaitu, bagian belakang adalah sebagian besar botak. Variabilitas dalam jumlah dan lokasi lanugo pada usia kehamilan tertentu mungkin disebabkan sebagian ciri-ciri keluarga atau nasional dan untuk pengaruh hormonal, metabolisme, dan gizi tertentu. Sebagai contoh, bayi dari ibu diabetes khas memiliki lanugo berlimpah di pinnae mereka dan punggung atas sampai mendekati atau melampaui penuh panjang kehamilan. Untuk tujuan penilaian, pemeriksa memilih alun-alun yang paling dekat menggambarkan jumlah relatif lanugo pada daerah atas dan bawah dari punggung bayi. 3. Garis Telapak Kaki Bagian ini berhubungan dengan kaki besar lipatan di telapak kaki. Penampilan pertama dari lipatan muncul di telapak anterior di bola kaki. ini mungkin berhubungan dengan fleksi kaki di rahim, tetapi dikontribusikan oleh dehidrasi kulit. Bayi non-kulit putih asal telah dilaporkan memiliki lipatan kaki sedikit pada saat lahir. Tidak ada penjelasan yang dikenal untuk ini. Di sisi lain, percepatan dilaporkan jatuh tempo neuromuskuler pada bayi hitam biasanya mengkompensasi ini, mengakibatkan pembatalan efek lipatan kaki tertunda. Oleh karena itu, biasanya tidak ada over-atau di bawah-perkiraan usia kehamilan karena ras ketika total skor dilakukan. Bayi sangat prematur dan sangat tidak dewasa tidak memiliki lipatan kaki terdeteksi. Untuk lebih membantu menentukan usia kehamilan ini bayi, mengukur panjang kaki atau tumit-jari jarak sangat membantu. Hal ini dilakukan dengan menempatkan kaki bayi pada pita pengukur metrik dan mencatat jarak dari belakang tumit ke ujung jari kaki yang besar. Untuk tumit-jari jarak kurang dari 40 mm, mencetak dua dikurangi (-2) diberikan; bagi mereka antara 40 dan 50 mm, skor minus satu (-1). 4. PayudaraTunas payudara terdiri dari jaringan payudara yang dirangsang untuk tumbuh dengan estrogen ibu dan jaringan lemak yang tergantung pada status gizi janin. pemeriksa catatan ukuran areola dan kehadiran atau tidak adanya stippling (diciptakan oleh papila berkembang dari Montgomery). Pemeriksa kemudian palpates jaringan payudara di bawah kulit dengan memegangnya dengan ibu jari dan telunjuk, memperkirakan diameter dalam milimeter, dan memilih alun-alun yang sesuai pada lembar skor. Di bawah-dan over-gizi janin dapat mempengaruhi variasi ukuran payudara pada usia kehamilan tertentu. Efek estrogen ibu dapat menghasilkan ginekomastia neonatus pada kedua hari keempat kehidupan ekstrauterin. 5. Mata / TelingaPinna dari telinga janin perubahan itu konfigurasi dan peningkatan konten tulang rawan sebagai kemajuan pematangan. Penilaian meliputi palpasi untuk ketebalan tulang rawan, kemudian melipat pinna maju ke arah wajah dan melepaskannya. Pemeriksa mencatat kecepatan yang pinna dilipat terkunci kembali menjauh dari wajah ketika dirilis, kemudian memilih alun-alun yang paling dekat menggambarkan tingkat perkembangan cartilagenous.Pada bayi yang sangat prematur, pinnae mungkin tetap terlipat ketika dirilis. Pada bayi tersebut, pemeriksa mencatat keadaan pembangunan kelopak mata sebagai indikator tambahan pematangan janin. Pemeriksa tempat ibu jari dan telunjuk pada kelopak atas dan bawah, dengan lembut memindahkan mereka terpisah untuk memisahkan mereka. Bayi yang sangat belum dewasa akan memiliki kelopak mata menyatu erat, yaitu, pemeriksa tidak akan dapat memisahkan fisura palpebra baik dengan traksi lembut. Bayi sedikit lebih dewasa akan memiliki satu atau kedua kelopak mata menyatu tetapi satu atau keduanya akan sebagian dipisahkan oleh traksi cahaya ujung jari pemeriksa. temuan ini akan memungkinkan pemeriksa untuk memilih pada lembar skor dua dikurangi (-2) untuk sedikit menyatu, atau minus satu (-1) untuk longgar atau kelopak mata sebagian menyatu. Pemeriksa tidak perlu heran menemukan variasi yang luas dalam status kelopak mata fusi pada bayi individu pada usia kehamilan tertentu, karena nilai kelopak mata un-fusi dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor yang terkait dengan stres intrauterin dan humoral tertentu. 6. Genitalia PriaTestis janin mulai turun mereka dari rongga peritoneum ke dalam kantong skrotum pada sekitar minggu 30 kehamilan. Testis kiri kanan mendahului dan biasanya memasuki skrotum pada minggu ke-32. Kedua testis biasanya teraba di atas untuk menurunkan kanal inguinalis pada akhir minggu ke-33 untuk ke-34 kehamilan. Bersamaan, kulit skrotum mengental dan mengembangkan rugae lebih dalam dan lebih banyak. Testis ditemukan di dalam zona rugated dianggap turun. Dalam prematuritas ekstrim skrotum ini datar, halus dan muncul dibedakan seksual. Pada jangka panjang untuk pasca-panjang, skrotum dapat menjadi terjumbai dan benar-benar dapat menyentuh kasur ketika bayi terletak terlentang. Catatan: Dalam kriptorkismus benar, skrotum pada sisi yang terkena tampak tidak berpenghuni, hipoplasia dan dengan rugae terbelakang dibandingkan dengan sisi yang normal, atau, untuk kehamilan tertentu, ketika bilateral. Dalam kasus seperti itu, sisi normal harus mencetak gol, atau jika bilateral, skor yang serupa dengan yang diperoleh untuk kriteria kematangan lain harus diberikan. 7. Genitalia WanitaUntuk memeriksa bayi perempuan, pinggul harus hanya sebagian diculik, yaitu, sekitar 45 dari horizontal dengan bayi berbaring telentang. Penculikan berlebihan dapat menyebabkan klitoris dan labia minora untuk tampil lebih menonjol, sedangkan adduksi dapat menyebabkan labia majora untuk menutupi atas mereka. Dalam prematuritas ekstrim, labia dan klitoris yang datar sangat menonjol dan mungkin menyerupai lingga laki-laki. Sebagai pematangan berlangsung, klitoris menjadi kurang menonjol dan labia minora menjadi lebih menonjol. Menjelang panjang, baik klitoris dan labia minora surut dan akhirnya diselimuti oleh labia majora memperbesar. Labia mayora mengandung lemak dan ukuran mereka dipengaruhi oleh nutrisi intrauterin. Lebih-gizi dapat menyebabkan labia majora besar di awal kehamilan, sedangkan di bawah-gizi, seperti pada retardasi pertumbuhan intrauterin atau pasca-jatuh tempo, dapat mengakibatkan labia majora kecil dengan klitoris relatif menonjol dan labia minora larut kehamilan. Temuan ini harus dilaporkan seperti yang diamati, karena skor yang lebih rendah pada item ini dalam kronis stres atau pertumbuhan janin terhambat dapat diimbangi dengan skor lebih tinggi pada neuro-otot item tertentu. b. Maturitas Neuromuskuler1Penjelasan : 1. PosturOtot tubuh total tercermin dalam sikap yang disukai bayi saat istirahat dan ketahanan untuk meregangkan kelompok otot individu. Sebagai pematangan berlangsung, janin meningkat secara bertahap mengasumsikan nada fleksor pasif yang berlangsung dalam arah sentripetal, dengan ekstremitas bawah sedikit di depan ekstremitas atas. Bayi prematur terutama pameran dilawan nada ekstensor pasif, sedangkan istilah bayi mendekati menunjukkan nada fleksor semakin kurang menentang pasif. Untuk mendapatkan item postur, bayi ditempatkan terlentang (jika ditemukan rawan) dan pemeriksa menunggu sampai bayi mengendap dalam posisi santai atau disukai. Jika bayi ditemukan telentang manipulasi, lembut (fleksi jika diperpanjang, memperpanjang jika tertekuk) dari ekstremitas akan memungkinkan bayi untuk mencari posisi dasar kenyamanan. Fleksi pinggul tanpa hasil penculikan di posisi katak-kaki seperti yang digambarkan dalam postur persegi # 3. Fleksi hip diiringi penculikan digambarkan oleh sudut lancip di pinggul di alun-alun postur # 4. Sosok yang paling dekat menggambarkan postur disukai bayi dipilih. 2. Jendela pergelangan tanganPergelangan fleksibilitas dan / atau resistensi terhadap ekstensor peregangan bertanggung jawab untuk sudut yang dihasilkan dari fleksi pada pergelangan tangan.Pemeriksa meluruskan jari-jari bayi dan berlaku tekanan lembut pada dorsum tangan, dekat jari-jari. Dari pra-sangat panjang untuk pasca-panjang, sudut yang dihasilkan antara telapak tangan dan lengan bawah bayi diperkirakan; > 90 , 90 , 60 , 45 , 30 , dan 0 . Alun-alun yang tepat pada lembar skor dipilih. 3. Gerakan lengan membalikManuver ini berfokus pada nada fleksor pasif otot bisep dengan mengukur sudut mundur berikut perpanjangan sangat singkat dari ekstremitas atas. Dengan bayi berbaring telentang, pemeriksa tempat satu tangan di bawah siku bayi untuk dukungan. Mengambil tangan bayi, pemeriksa sebentar set siku dalam fleksi, maka sesaat meluas lengan sebelum melepaskan tangan. Sudut mundur yang lengan mata air kembali ke fleksi dicatat, dan alun-alun yang sesuai dipilih pada lembar skor. Bayi yang sangat prematur tidak akan menunjukkan apapun mundur lengan. # 4 persegi dipilih hanya jika ada kontak antara kepalan bayi dan wajah. Ini terlihat dalam jangka panjang dan bayi pasca. Perawatan harus diambil untuk tidak memegang lengan dalam posisi diperpanjang untuk jangka waktu lama, karena hal ini menyebabkan kelelahan fleksor dan menghasilkan skor yang palsu rendah karena untuk mundur fleksor miskin. 4. Sudut poplitealManuver ini menilai pematangan nada fleksor pasif sendi lutut dengan pengujian untuk ketahanan terhadap perpanjangan ekstremitas bawah. Dengan berbaring telentang bayi, dan dengan popok kembali bergerak, paha ditempatkan lembut pada perut bayi dengan lutut tertekuk penuh. Setelah bayi telah rileks dalam posisi ini, pemeriksa lembut menggenggam kaki di sisi dengan satu tangan sementara mendukung sisi paha dengan lainnya. Perawatan diambil tidak untuk mengerahkan tekanan pada paha belakang, karena hal ini dapat mengganggu fungsi mereka. Kaki diperpanjang sampai resistensi pasti untuk ekstensi dihargai. Pada beberapa bayi, kontraksi hamstring dapat digambarkan selama manuver ini. Pada titik ini terbentuk pada sudut lutut oleh atas dan kaki bagian bawah diukur.Catatan: a) Hal ini penting bahwa pemeriksa menunggu sampai bayi berhenti menendang aktif sebelum memperpanjang kaki. b) Posisi terang akan mengganggu kehamilan sungsang dengan ini manuver untuk 24 sampai 48 jam pertama usia karena kelelahan berkepanjangan fleksor intrauterin. Tes harus diulang setelah pemulihan telah terjadi; bergantian, skor yang sama dengan yang diperoleh untuk item lain dalam ujian dapat diberikan. 5. Scarf Sign (Tanda selendang)Manuver ini tes nada pasif fleksor tentang korset bahu. Dengan bayi terlentang berbaring, pemeriksa menyesuaikan kepala bayi untuk garis tengah dan mendukung tangan bayi di dada bagian atas dengan satu tangan. ibu jari tangan lain pemeriksa ditempatkan pada siku bayi.Pemeriksa dorongan siku di dada, penebangan untuk fleksi pasif atau resistensi terhadap perpanjangan otot fleksor bahu korset posterior. Titik pada dada yang siku bergerak dengan mudah sebelum resistensi yang signifikan dicatat. Tengara mencatat dalam rangka meningkatkan kematangan adalah: jilbab penuh di tingkat leher (-1); aksila kontralateral baris (0); baris puting kontralateral (1); proses xyphoid (2); baris puting ipsilateral (3), dan aksila ipsilateral baris (4). 6. Tumit ke TelingaManuver ini mengukur nada fleksor pasif tentang korset panggul dengan tes fleksi pasif atau resistensi terhadap perpanjangan otot fleksor pinggul posterior. Bayi ditempatkan terlentang dan tertekuk ekstremitas bawah dibawa untuk beristirahat di kasur bersama bagasi bayi.Pemeriksa mendukung paha bayi lateral samping tubuh dengan satu telapak tangan. Sisi lain digunakan untuk menangkap kaki bayi di sisi dan tarik ke arah telinga ipsilateral.Para menebang pemeriksa untuk ketahanan terhadap perpanjangan fleksor panggul korset posterior dan catatan lokasi dari tumit mana resistensi yang signifikan adalah dihargai. Tengara mencatat dalam rangka meningkatkan kematangan termasuk resistensi terasa ketika tumit pada atau dekat: telinga (-1); hidung (0); dagu tingkat (1); baris puting (2); daerah pusar (3), dan femoralis lipatan (4). c. Hasil Pemeriksaan1 Jumlah skor pemeriksaan maturitas neuromuskuler dan maturitas fisik digabungkan, kemudian dengan menggunakan tabel nilai kematangan dicari masa gestasinya.Memeriksa status imunisasiJADWAL IMUNISASIUMURJENIS VAKSINTEMPATBayi lahir dirumah0-7 hari1 bulan2 bulan3 bulan4 bulan9 bulanHB 0BCG, POLIO 1DPT/HB 1, POLIO2 DPT/HB 2, POLIO3DPT/HB 3, POLIO4CAMPAKRumahPosyandu Posyandu PosyanduPosyanduPosyanduBayi lahir di RS/RB/BIDAN0 bulan2 bulan3 bulan4 bulan9 bulanHB 0, BCG, POLIO 1DPT/HB 1, POLIO 2 DPT/HB 2, POLIO 3DPT/HB 3, POLIO 4CAMPAKRS/RB/Bidan RS/RB/Bidan/PosyanduRS/RB/Bidan/PosyanduRS/RB/Bidan/Posyandu RS/RB/Bidan/Posyandu.