TERAPI BERMAIN Melati 2 Irul Print 7- 11

  • Published on
    08-Nov-2015

  • View
    217

  • Download
    5

DESCRIPTION

terapi bermain

Transcript

TERAPI BERMAINMELEMPAR BOLA KE KERANJANGDI RUANG MELATI II RSUD Dr. MOEWARDIA. Latar BelakangBerdasarkan pemeriksaan DDST/Denver II permainan melempar bola dilakukan oleh anak mulai usia pra sekolah. Kerakteristik bermain pada anak usia pra school adalah cooperatif play, anak bermain bersama dengan jenis permainan yang terorgainisasi dan terencana.Bermain bagi anak merupakan kegiatan yang tidak hanya sekedar mengisi waktu tetapi kebutuhan anak seperti halnya makan, minum, kasih saying. Anak memerlukan variasi permainan untuk kesehatan fisik, mental, emosi, intelektual, kreatifitas dan sosial. Pada anak pra sekolah tujuan kegiatan bermain adalah :a. Mengembangkan kemampuan motorikb. Merangsang daya imajinasic. Menumbuhkan sportifitasd. Mengembangkan kepercayaan dirie. Mengembangkan kretifitasf. Memprekenalkan pengertian yang bersifat ilmu pengetahuanMasuk rumah sakit merupakan peristiwa yang sering menimbulkan pengalaman traumatik, khususnya pada pasien anak yaitu ketakutan dan ketegangan atau stress hospitalisasi. Stress ini disebabkan oleh berbagai faktor diantaranya perpisahan dengan orang tua, kehilangan control, dan akibat dari tindakan invasif yang menimbulkan rasa nyeri. Akibatnya akan menimbulkan berbagai aksi seperti menolak makan, menangis, teriak, memukul, menyepak, tidak kooperatif atau menolak tindakan keperawatan yang diberikan.Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalkan pengaruh hospitalisasi pada anak yaitu dengan melakukan kegiatan bermain. Bermain merupakan suatu tindakan yang dilakukan secara sukarela untuk memperoleh kesenangan dan kepuasan. Bermain merupakan aktivitas yang dapat menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan anak dan merupakan cerminan kemampuan fisik, intelektual, emosional dan sosial sehingga bermain merupakan media yang baik untuk belajar karena dengan bermain anak-anak akan belajar berkomunikasi, menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru, melakukan apa yang dapat dilakukannya, dan dapat mengenal waktu, jarak serta suara.Untuk itu dengan melakukan permainan maka ketegangan dan stress yang dialami akan terlepas karena dengan melakukan permainan rasa sakit akan dapat dialihkan (distraksi) pada permainannya dan terjadi proses relaksasi melalui kesenangannya melakukan permainan.Bermain merupakan suatu aktivitas bagi anak yang menyenangkan dan merupakan suatu metode bagaimana mereka mengenal dunia. Bagi anak bermain tidak sekedar mengisi waktu, tetapi merupakan kebutuhan anak seperti halnya makanan, perawatan, cinta kasih dan lain-lain. Anak-anak memerlukan berbagai variasi permainan untuk kesehatan fisik, mental dan perkembangan emosinya.Dengan bermain anak dapat menstimulasi pertumbuhan otot-ototnya, kognitifnya dan juga emosinya karena mereka bermain dengan seluruh emosinya, perasaannya dan pikirannya. Elemen pokok dalam bermain adalah kesenangan dimana dengan kesenangan ini mereka mengenal segala sesuatu yang ada disekitarnya sehingga anak yang mendapat kesempatan cukup untuk bermain juga akan mendapatkan kesempatan yang cukup untuk mengenal sekitarnya sehingga ia akan menjadi orang dewasa yang lebih mudah berteman, kreatif dan cerdas, bila dibandingkan dengan mereka yang masa kecilnya kurang mendapat kesempatan bermainB. Tujuana. Tujuan Umum :Setelah dilakukan terapi bermain pada anak 3-5 tahun selama 30 menit diharapkan anak mampu mengembangkan kemampuan motorik dengan melempar bola kedalam keranjangb. Tujuan Khusus :1) Anak mampu melempar bola kedalam keranjang2) Anak tidak ragu-ragu dalam melaksanakan permainanC. MANFAAT TERAPI BERMAIN a. Memfasilitasi situasi yang tidak familiar b. Memberi kesempatan untuk membuat keputusan dan kontrolc. Membantu untuk mengurangi stres terhadap perpisahand. Memberi kesempatan untuk mempelajari tentang fungsi dan bagian tubuhe. Memperbaiki konsep-konsep yang salah tentang penggunaan dan tujuan peralatan dan prosedur medis.f. Memberi peralihan dan relaksasi.g. Membantu anak untuk merasa aman dalam lingkungan yang asing.h. Memberikan cara untuk mengurangi tekanan dan untuk mengekspresikan perasaan.i. Menganjurkan untuk berinteraksi dan mengembangkan sikap-sikap yang positif terhadap orang lain.j. Memberikan cara untuk mengekspresikan ide kreatif dan minat k. Memberi cara mencapai tujuan-tujuan terapeutik (Wong ,1996).D. Kriteria Anggota bermain :a. Usia pra sekolahb. Keadaan umum : cukup baik, kooperatif, dan tidak berpenyakit menularc. Menyetujui/ bersediad. Bisa jalan E. Proses seleksi :a. Merekrut anak yang berusia prasekolahb. Identifikasi anak yang termasuk criteria anggota bermainc. Membuat kontrak dengan anak dan orangtua yang setuju bermain1) Mendahului dengan ajakan bermain2) Setelah anak menyetujui bermain, kita ajak keruang bermainF. Struktur Kelompok :a. Tempat bermain : Ruang bermain Melati II Rumah Sakit Dr. Moewardib. Pelaksanaan : Rabu, 26 Maret 2014 c. Lamanya bermain : 30 menitG. Pengorganiasaian :a. Leader: Vandhika Wicaksonob. Fasilitator: Apriliyanikc. Observer: I Kadek Oka AriyanaH. Diskripsi Tugas :a. Leader :1) Mengkoordinir seluruh kegiatan2) Memimpin permainanb. Co Leader1) Membantu mengkoordiansi seluruh kegiatan2) Membantu memimpin permainanc. Fasilitator1) Memotivasi anggota dalam perkenalan kelompok2) Memotivasi dalam ekspresi perasaan setelah kegiatan3) Membantu leader dalam melaksanakan kegiatan terapi bermain4) Bertanggung jawab terhadap proses antisipasi masalahd. Observer1) Mengamati semua proses yang berkaitan dengan waktu, tempat dan jalannya kegiatan2) Melaporkan hasil pengamatan pada leader dan semua anggota kelompok sebagai self evaluasi kelompokI. Kegiatan permainan :a. Pra interaksi1) Leader mengorganisir kegiatan, perlatan dan pembagian tugas2) Menata ruang bermain3) Mengajak anak untuk menyetujui bermain ke ruang bermainb. Proses kerja 1) Leader mengenalkan diri dan team bermain2) Leader menetapkan kontrak waktu untuk bermain3) Fasilitator memulai memimpin permainan melempar bola4) Selama permainan fasilitator : Mengaktifkan anak-anak berperan serta Memberikan reward bila ada kemampuan melempar dengan baik Menggunakan gerakan-gerakan yang dimengerti dan dapat diikuti Mengembangkan pola permainan melempar bola yang dapat diikuti oleh anak yaitu dengan melemparkan bola kearah keranjang5) Selama permainan observer mengamati respon anakc. Terminasi1) Observer meminta anak satu persatu melempar bola2) Eksplorasi anak setelah melakukan permainan melempar bola3) Salam pentupJ. Setting TempatKeterangan :1. Leader2. Co-Leader 3. Fasilitator4. Observer5. PasienK. STRATEGI PELAKSANAANNoTerapisWaktuSubjek Terapi1Persiapan (Pra interaksi)a. Menyiapkan ruanganb. Menyiapkan alat-alatc. Menyiapkan anak dan keluarga5 menitRuangan, alat-alat, anak dan keluarga sudah siap2Pembukaan (Orientasi)a. Mengucapkan salamb. Memperkenalkan diric. Anak yang akan bermain saling berkenaland. Menjelaskan kepada anak dan keluarga maksud dan tujuan terapi bermain5 menitAnak dan keluarga menjawab salam, anak saling berkenalan, anak dan keluarga memperhatikan terapis3Kegiatan (Kerja)a. Menjelaskan kepada anak dan keluarga tujuan, manfaat bermain selama perawatan, dan cara permainan yang akan dilakukanb. Mengajak anak untuk mengikuti kegiatan bermain melempar bola ke keranjangc. Metode dalam terapi bermain adalah GAME45 menitAnak dan keluarga memperhatikan penjelasan terapis, anak melakukan kegiatan yang diberikan oleh terapis, anak dan keluarga memberikan respon yang baik4Penutup (Terminasi)a. Memberikan reward pada anak atas kemamuan mengikuti kegiatan bermain sampai selesai, serta memberikan reward pada anak turut aktif dalam melempar bola ke keranjangb. Mengucapkan terimakasihc. Mengucapkan salam5 menitAnak dan keluarga tampak senang, menjawab salamL. Kriteria evaluasia. Strukrtur1) Persiapan pasiena) Keluarga bersedia mengikutsertakan anak dalam kelompok bermainb) Anak bersedia dan mau terlibat langsung dalam permainanc) Anak siap untuk melakukan permaianan melempar bola2) Lingkungana) Lingkungan bermain menunjangb) Anak dapat terfokus perhatiannya pada fasilitator tanpa ada gangguan3) Mediaa) Bola lebih dari satu (minimal 1 anak 1 bola)b) Keranjang atau Tempat Sampahb. Proses1) Fasilitator memperkenalkan anak-naak yang ikut bermain2) Fasilitator memperagakan permainan bola3) Anak mampu melempar bola sesuai yang dipergakan / diinstruksikan4) Anak dapat aktif bermain bola dan dapat mengembangkan permainan bola sesuai dengan yang diinstruksikan5) Anak mampu bertahan dalam permaianan sampai permainan selesaic. Hasil1) Anak mampu mengembangkan permainan bola yang difasilitasi oleh leader2) Anak tidak ragu-ragu bermain bola3) Anak dapat melempar bola tanpa ada kelelahanDAFTAR PUSTAKAAnggani, Sudono. 2004. Sumber Belajar Dan Alat Permainan Untuk Pendidikan Usia Dini. Jakarta: Grafindo.Donna L. Wong. 2004. Pedoman Klinis Keperawatan Pediatrik. Jakarta: EGCNarendra, Sularso, dkk. 2002. Tumbuh Kembang Anak Dan Remaja. Jakarta: Sagung Seto.Pusdiknakes. 2009. Asuhan Kesehatan Anak Dalam Konteks Keluarga, Depkes RI. Jakarta.Soettjiningsih. 2005. Tumbuh Kembang Anak. Jakarta: EGCTERAPI BERMAINMELEMPAR BOLA KE KERANJANGDI RUANG MELATI II RSUD Dr. MOEWARDIDISUSUN OLEH :Apriliyanik070113a006I Kadek Oka Aryana070113a020Vandhika Wicaksono070113a056PROGRAM PENDIDKAN PROFESI NERSSTIKES NGUDI WALUYOUNGARAN2014LEMBAR PENGESAHANTERAPI BERMAINMELEMPAR BOLA KE KERANJANGDI RUANG MELATI II RSUD Dr. MOEWARDITelah diperiksa dan disetujui sebagai pemenuhan tugas kompetensi stase Ilmu Keperawatan Anak Program Pendidikan Profesi Ners 2014 (Angkatan - XVIII)Surakarta, Maret 2014 Mengetahui, Pembimbing Klinik(Sugiyarti, S.Kep., Ns)112