Satuan Acara Penyuluhan Kelompok Putra

  • Published on
    26-Oct-2015

  • View
    102

  • Download
    10

DESCRIPTION

pengobatanPERTOLONGAN PERTAMA PADA KERACUNAN MAKANAN APA ITU KERACUNAN ? Keracunan adalah masuknya sesuatu kedalam tubuh dan menyebabkan tubuh bereaksi yang tidak diinginkan. Keracunan yang berbahaya bisa berujung pada kematian bila tidak mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat. Masuknya sesuatu yang berbahaya kedalam tubuh akan menyebabkan organ tubuh dan jaringan tubuh bisa menjadi rusak dan tidak berfungsi dalam waktu yang sangat singkat. Ada dua hal yang dapat membuat orang keracunan yaitu yang disengaja maupun yang tidak disengaja.KERACUNAN MAKANANKeracunan makanan berasal dari makanan apapun dan dapat terjadi pada siapa saja, biasanya terjadi secara tidak disengaja. Keracunan makanan sangat mudah terjadi apabila tidak cermat dalam menyimpan ataupun memasak makanan.Untuk mengetahui penyebab keracunan makanan, maka ingat makanan apa yang telah dikonsumsi dalam 48 jam terakhir. Tapi terkadang gejala dari keracunan makanan bisa terjadi lebih cepat dari itu. Keracunan makanan bukan penyakit yang sepele karena jika dibiarkan dapat menyebabkan kematian.PENYEBABPenyebab keracunan makanan dapat dibagi menjadi 2 kategori yaitu makanan yang terinfeksi virus, bakteri dan parasit dan makanan yang beracun meliputi jamur beracun atau kontaminasi pestisida pada buah dan sayuran.GEJALA :1.Sakit dan kram perut2.Mual sampai muntah3.Diare4.Dapat disertai demamJika hal ini terjadi terus menerus, maka bisa menimbulkan dehidrasi yang berat. Kondisi dehidrasi berat ditandai dengan mulut kering, air liur yang lengket, pusing, kelelahan, mata cekung, denyut jantung meningkat, urine sedikit dan pekat.PERTOLONGAN PERTAMA PADA KERACUNAN MAKANAN:Jika gejalanya masih ringan, maka yang bisa dilakukan di rumah adalah :1.Tidak memberikan makanan padat selama masih mengalami mual atau muntah, tapi berikan cairan seperti oralit atau larutan gula garam sedikit demi sedikit dan sering. Bila tidak ada oralit dapat membuat larutan gula garam dengan cara masukkan 2 sendok teh gula dan sendok teh garam ke dalam segelas air matang kemudian diaduk. Ini penting dilakukan untuk mencegah dehidrasi serta mengganti ion dan mineral tubuh yang hilang saat muntah dan atau diare.2.Hindari minuman yang beralkohol, berkafein dan minuman yang terlalu manis.3.Obat herbal seperti teh dengan jeruk nipis dan jahe dapat digunakan untuk meredakan gejala mual atau diare.4.Air kelapa dapat diberikan karena memiliki efek menetralisir racun5.Susu bisa diberikan dengan aman pada orang yang mengalami keracunan, tapi sebaiknya tidak diberikan pada orang yang memang diketahui memiliki intoleransi laktosa.6.Setelah mual dan muntah sudah mereda mulai berikan makanan secara perlahan. Pilih makanan yang lebih mudah dicerna (misalnya nasi, gandum, roti, kentang atau sereal dengan kadar gula rendah) dan diberikan dalam porsi kecil.Jika kondisinya tidak membaik segera bawa ke dokter atau Rumah Sakit terdekat untuk penanganan lebih lanjut.TIPS MENCEGAH KERACUNAN MAKANAN :1.Selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum dan setelah memegang makanan terutama daging mentah, unggas, ikan, dan telur.2.Selalu mencuci tangan sehabis menggunakan toilet, mengganti popok bayi atau memegang hewan peliharaan3.Jangan memasak untuk orang lain saat sedang diare4.Cuci buah dan sayur sampai bersih dengan menggunakan air yang mengalir5.Bila ada luka di tangan, tutuplah dengan perban sebelum memegang makanan6.Bersihkan peralatan dapur dengan sabun dan air bersih7.Mensterilkan celemek dan kain serbet dapur dengan pemutih klorin.

Transcript

SATUAN ACARA PENYULUHANSINDROM NEFROTIKMakalah/SAP ini diajukan untuk memenuhi salah satu tugas Mata Ajar Sistem Perkemihan

Disusun Oleh :Mahasiswa Laki-laki(Kelas 3A)

PRODI S1 KEPERAWATANSTIKes KARSA HUSADA GARUT2013/2014Jl. Nusa Indah No. 24 Garut Telp. (0262) 235860SATUAN ACARA PENYULUHAN

1. Pengantar

Mata Kuliah: Sistem PerkemihanPokok Bahasan: Penyakit Sindrom NefrotikSub Pokok Bahasan: Mengenali dan memahami penyakit Sindrom Nefrotik Sasaran : Pasien dan Keluarga PasienHari/Tanggal : Selasa , 1 Oktober 2013Waktu : 08.00 08.30 WIB (30 menit)Tempat : Aula RSUD Dr. Salamet GarutPenyuluh: Tim Mahasiswa S1 Keperawatan STIKes Karsa Husada Garut.

2. Latar Belakang

Sindrom nefrotik merupakan gangguan klinis ditandai oleh peningkatan protein, penurunan albumin dalam darah (hipoalbuminemia), edema dan serum kolesterol yang tinggi dan lipoprotein densitas rendah (hiperlipidemia). (Brunner & Suddarth, 2001).Insidens lebih tinggi pada laki-laki dari pada perempuan. Mortalitas dan prognosis anak dengan sindrom nefrotik bervariasi berdasarkan etiologi, berat, luas kerusakan ginjal, usia anak, kondisi yang mendasari, dan responnya trerhadap pengobatan. Sindrom nefrotik jarang menyerang anak dibawah usia 1 tahun. Sindrom nefrotik perubahan minimal ( SNPM ) menacakup 60 90 % dari semua kasus sindrom nefrotik pada anak. Angka mortalitas dari SNPM telah menurun dari 50 % menjadi 5 % dengan majunya terapi dan pemberian steroid. Bayi dengan sindrom nefrotik tipe finlandia adalah calon untuk nefrektomi bilateral dan transplantasi ginjal. ( Cecily L Betz, 2002 ).\Berdasarkan hasil penelitian univariat terhadap 46 pasien, didapatkan insiden terbanyak sindrom nefrotik berada pada kelompok umur 2 6 tahun sebanyak 25 pasien (54,3%), dan terbanyak pada laki-laki dengan jumlah 29 pasien dengan rasio 1,71 : 1. Insiden sindrom nefrotik pada anak di Hongkong dilaporkan 2 - 4 kasus per 100.000 anak per tahun ( Chiu and Yap, 2005 ). Insiden sindrom nefrotik pada anak dalam kepustakaan di Amerika Serikat dan Inggris adalah 2 - 4 kasus baru per 100.000 anak per tahun. Di negara berkembang, insidennya lebih tinggi. Dilaporkan, insiden sindrom nefrotik pada anak di Indonesia adalah 6 kasus per 100.000 anak per tahun. (Tika Putri, http://one.indoskripsi.com ).Dengan adanya insiden ini, diharapkan perawat lebih mengenali tentang penyakit nefrotik dan mengaplikasikan rencana keperawatan terhadap pasien nefrotik.Berdasarkan data tersebut, penulis tertarik untuk mengangkat masalah tentang Nefrotik Syndrom dalam pendidikan kesehatan yang akan diberikan pada pasien dan keluarga pasien yang dirawat di Aula RSUD Dr. Salamet Garut.

3. Tujuan Instruksional

a. Tujuan UmumSetelah diberikan penyuluhan tentang Sindrom Nefrotik diharapkan keluarga pasien mampu memahami tentang penyakit Sindrom Nefrotik.

b. Tujuan KhususSetelah mengikuti penyuluhan diharapkan klien atau keluarga mampu:1. Menyebutkan pengertian Nefrotik Syndrom 2. Menyebutkan penyebab Nefrotik Syndrom3. Menyebutkan gejala Nefrotik Syndrom4. Menyebutkan komplikasi Nefrotik Syndrom5. Menyebutkan penangan Nefrotik Syndrom

4. Materi Penyuluhana. Pengertian penyakit Nefrotik Syndromb. Penyebab penyakit Nefrotik Syndromc. Gejala penyakit Nefrotik Syndromd. Komplikasi penyakit Nefrotik Syndrome. Penanganan Nefrotik Syndrom (Terlampir)

5. Metode Penyuluhana. Ceramahb. Tanya Jawab

6. Media Penyuluhana. Materi SAPb. Leafletc. Infocusd. Power Point

7. Kegiatan PenyuluhanTahap KegiatanKegiatan PenyuluhKegiatan Peserta PenyuluhMetodeWaktu

Pembukaan1. Membuka acara dengan mengucapkan salam2. Memperkenalkan diri3. Menjelaskan tujuan penyuluhan4. Menyebutkan materi yang akan diberikan1. Menjawab salam2. Memperhatikan 3. Memperhatikan4. Memperhatikan

Ceramah

5 menit

Penyampaian Materi1. Menjelaskan pengertian penyakit Nefrotik Syndrom2. Menyebutkan penyebab Nefrotik Syndrom3. Memberikan kesempatan pada audience untuk bertanya dan memberikan jawaban atas pertanyaan4. Menjelaskan gejala Nefrotik Syndrom5. Menjelaskan komplikasi penyakit Nefrotik Syndrom 6. Menjelaskan penanganan Nefrotik Syndrom7. Memberikan kesempatan pada audience untuk bertanya dan memberikan jawaban atas pertanyaanMendengarkan dan menyimakCeramah12 menit

Evaluasi1. Meminta audience menyebutkan pengertian penyakit Nefrotik Syndrom2. Meminta audience menyebutkan penyebab penyakit Nefrotik Syndrom3. Meminta audience menyebutkan gejala penyakit Nefrotik Syndrom4. Meminta audience menjelaskan komplikasi penyakit Nefrotik Syndrom5. Meminta audiens penanganan penyakit Nefrotik Syndrom1. Menyebutkan pengertian penyakit Nefrotik Syndrom2. Menyebutkan penyebab penyakit Nefrotik Syndrom 3. Menyebutkan gejala penyakit Nefrotik Syndrom 4. Menjelaskan komplikasi penyakit Nefrotik Syndrom5. Menjelaskan penanganan penyakit Nefrotik syndrome.Tanya jawab 10 menit

Terminasi 1. Mengucapkan terimakasih atas perhatian yang diberikan2. Mengucapkan salam penutup.1. Memperhatika2. Membalas salamCeramah3 Menit

8. SumberMansoer, Arif. Dkk. 1999.Kapita Selekta Kedokteran.Jilid 2. Jakarta : Media AeusculapiusNgastiyah. (2005). Perawatan Anak Sakit. Jakarta: Buku Kedokteran EGCSmelltzer C. Suzanne & Bare G Brenda.2004.Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta. EGC

9. Setting Tempat

DCCCCBCCCAKeterangan gambar :A: PenyajiB: ModeratorC: Audience/pesertaD : Fasilitator

10. .PengorganisasianA. Moderator B. Penyuluh C. Fasilitator RINCIAN TUGASi. Moderator: Bertugas memimpin jalanya penyuluhanii. Penyuluh: Bertugas memberikan penjelasan tentang materi yang akan disampaikan kepada audien.iii. Fasilitator: Bertugas menyediakan semua alat yang diperlukan dalam penyuluhan.

11. Kriteria Evaluasia. Evaluasi Struktur Kesepakatan dengan audience. (waktu dan tempat) Kesiapan materi penyajib. Evaluasi Proses Audience bersedia di tempat sesuai dengan kontrak waktu yang ditentukan Peserta antusias untuk bertanya tentang hal-hal yang tidak diketahuinya Peserta menjawab semua pertanyaan yang telah diberikanc. Mahasiswa Dapat memfasilitasi jalannya penyuluhan Dapat menjalankan peranannya sesuai dengan tugasd. Evaluasi Hasil Kegiatan penyuluhan berjalan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Adanya kesepakatan antara keluarga dengan perawat dalam melaksanakan implementasi keperawatan selanjutnya.e. Evaluasi materi Penyuluhani. Apa pengertian dari Sindrom Nefrotik itu ?Syndrom nefrotik adalah gangguan spesifik di managinjalrusak, menyebabkan kebocoran sejumlah besarproteindaridarah ke dalamurin.ii. Apa Penyebab Sindrom Nefrotik itu ?1. Tidak diketahui penyebabnya2. Peradangan Glomerulus3. Penyakit : kencing manis, Syndroma Lupus4. Bawaaniii. Apa saja Gejala Sindrom Nefrotik itu ?1. Bengkak pada seluruh tubuh ; mata, kaki dan tangan, perut serta lapisan paru-paru (lebih berat pada pagi hari )2. Hipertensi3. Kencing sedikit kadang berbusa dan berdarah4. Kelemahan/keletihan5. Sakit kepala6. Mual dan tidak nafsu makaniv. Apa saja Komplikasi Sindrom Nefrotik itu ?1. Gagal Ginjal Akut2. Penumpukan cairan diparu-paru3. Infeksiv. Apa Penanganan Sindrom Nefrotik itu ?1. Istirahat2. Diet tinggi protein 3-4 gram / kg BB/hari dan diet rendah garam3. Obat untuk mengeluarkan cairan ( furosemide )4. Obat kosticosteroid ( Metyl prednisolon )5. Obat antibiotic ( jika ada infeksi )6. Pungsi asites ( penyedotan cairan dalam perut )

Lampiran Materi

NEFROTIK SYNDROM

1. DefinisiSyndrom nefrotik adalah gangguan spesifik di managinjalrusak, menyebabkan kebocoran sejumlah besarproteindaridarah ke dalamurin.Sindrom Nefrotik adalah Status klinis yang ditandai dengan peningkatan permeabilitas membran glomerulus terhadap protein, yang mengakibatkan kehilangan protein urinaris yang massif (Donna L. Wong, 2004).Sindrom nefrotik adalah kumpulan gejala klinis yang timbul dari kehilangan protein karena kerusakan glomerulus yang difus. (Luckmans, 1996 : 953).Sindrom nefrotik adalah penyakit dengan gejala edema, proteinuria, hipoalbuminemia dan hiperkolesterolemia kadang-kadang terdapat hematuria, hipertensi dan penurunan fungsi ginjal. (Ngastiyah, 1997).

2. Penyebab Tidak diketahui penyebabnya Peradangan Glomerulus Penyakit : kencing manis, Syndroma Lupus BawaanSebab penyakit sindrom nefrotik yang pasti belum diketahui, akhir-akhir ini dianggap sebagai suatu penyakit autoimun. Jadi merupakan suatu reaksi antigen-antibodi.

Umumnya para ahli membagi etiologinya menjadi:1. Sindrom nefrotik bawaanDiturunkan sebagai resesif autosomal atau karena reaksi maternofetal. Gejalanya adalah edema pada masa neonatus. Sindrom nefrotik jenis ini resisten terhadap semua pengobatan. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah pencangkokan ginjal pada masa neonatus namun tidak berhasil. Prognosis buruk dan biasanya penderita meninggal dalam bulan-bulan pertama kehidupannya.2. Sindrom nefrotik sekunderDisebabkan oleh:a. Malaria kuartana atau parasit lain.b. Penyakit kolagen seperti lupus eritematosus diseminata, purpura anafilaktoid.c. Glumeronefritis akut atau glumeronefritis kronis, trombisis vena renalis.d. Bahan kimia seperti trimetadion, paradion, penisilamin, garam emas, sengatan lebah, racun oak, air raksa.e. Amiloidosis, penyakit sel sabit, hiperprolinemia, nefritis membranoproliferatif hipokomplementemik.3. Sindrom nefrotik idiopatik ( tidak diketahui sebabnya )Berdasarkan histopatologis yang tampak pada biopsi ginjal dengan pemeriksaan mikroskop biasa dan mikroskop elektron, Churg dkk membagi dalam 4 golongan yaitu: kelainan minimal,nefropati membranosa, glumerulonefritis proliferatif dan glomerulosklerosis fokal segmental.

4. Gejala Bengkak pada seluruh tubuh ; mata, kaki dan tangan, perut serta lapisan paru-paru (lebih berat pada pagi hari ) Hipertensi Kencing sedikit kadang berbusa dan berdarah Kelemahan/keletihan Sakit kepala Mual dan tidak nafsu makan5. Komplikasi Gagal Ginjal Akut Penumpukan cairan diparu-paru Infeksi6. Penanganana. Diperlukan tirah baring selama masa edema parah yang menimbulkan keadaan tidak berdaya dan selama infeksi yang interkuten. Juga dianjurkan untuk mempertahankan tirah baring selama diuresis jika terdapat kehilangan berat badan yang cepat.b. Diit. Pada beberapa unit masukan cairan dikurangi menjadi 900 sampai 1200 ml/ hari dan masukan natrium dibatasi menjadi 2 gram/ hari. Jika telah terjadi diuresis dan edema menghilang, pembatasan ini dapat dihilangkan. Usahakan masukan protein yang seimbang dalam usaha memperkecil keseimbangan negatif nitrogen yang persisten dan kehabisan jaringan yang timbul akibat kehilangan protein. Diit harus mengandung 2-3 gram protein/ kg berat badan/ hari. Anak yang mengalami anoreksia akan memerlukan bujukan untuk menjamin masukan yang adekuat.c. Perawatan kulit. Edema masif merupakan masalah dalam perawatan kulit. Trauma terhadap kulit dengan pemakaian kantong urin yang sering, plester atau verban harus dikurangi sampai minimum. Kantong urin dan plester harus diangkat dengan lembut, menggunakan pelarut dan bukan dengan cara mengelupaskan. Daerah popok harus dijaga tetap bersih dan kering dan scrotum harus disokong dengan popok yang tidak menimbulkan kontriksi, hindarkan menggosok kulit.d. Perawatan mata. Tidak jarang mata anak tertutup akibat edema kelopak mata dan untuk mencegah alis mata yang melekat, mereka harus diswab dengan air hangat.e. Kemoterapi:i. Prednisolon digunakan secra luas. Merupakan kortokisteroid yang mempunyai efek samping minimal. Dosis dikurangi setiap 10 hari hingga dosis pemeliharaan sebesar 5 mg diberikan dua kali sehari. Diuresis umumnya sering terjadi dengan cepat dan obat dihentikan setelah 6-10 minggu. Jika obat dilanjutkan atau diperpanjang, efek samping dapat terjadi meliputi terhentinya pertumbuhan, osteoporosis, ulkus peptikum, diabeters mellitus, konvulsi dan hipertensi.ii. Jika terjadi resisten steroid dapat diterapi dengan diuretika untuk mengangkat cairan berlebihan, misalnya obat-abatan spironolakton dan sitotoksik ( imunosupresif ). Pemilihan obat-obatan ini didasarkan pada dugaan imunologis dari keadaan penyakit. Ini termasuk obat-obatan seperti 6-merkaptopurin dan siklofosfamid.f. Penatalaksanaan krisis hipovolemik. Anak akan mengeluh nyeri abdomen dan mungkin juga muntah dan pingsan. Terapinya dengan memberikan infus plasma intravena. Monitor nadi dan tekanan darah.g. Pencegahan infeksi. Anak yang mengalami sindrom nefrotik cenderung mengalami infeksi dengan pneumokokus kendatipun infeksi virus juga merupakan hal yang menganggu pada anak dengan steroid dan siklofosfamid.h. Perawatan spesifik meliputi: mempertahankan grafik cairan yang tepat, penimbnagan harian, pencatatan tekanan darah dan pencegahan dekubitus.i. Dukungan bagi orang tua dan anak. Orang tua dan anak sering kali tergangu dengan penampilan anak. Pengertian akan perasan ini merupakan hal yang penting. Penyakit ini menimbulkan tegangan yang berta pada keluarga dengan masa remisi, eksaserbasi dan masuk rumah sakit secara periodik. Kondisi ini harus diterangkan pada orang tua sehingga mereka mereka dapat mengerti perjalanan penyakit ini. Keadaan depresi dan frustasi akan timbul pada mereka karena mengalami relaps yang memaksa perawatan di rumah sakit.

1