Proposal Terapi Bermain Anak Remaja

  • Published on
    30-Nov-2015

  • View
    397

  • Download
    17

Transcript

Proposal Terapi Bermain Anak Remaja Kirimkan Ini lewat Email HYPERLINK "http://www.blogger.com/share-post.g?blogID=7893462033784362985&postID=3533997382941870088&target=blog" \o "BlogThis!" \t "_blank" BlogThis! HYPERLINK "http://www.blogger.com/share-post.g?blogID=7893462033784362985&postID=3533997382941870088&target=twitter" \o "Berbagi ke Twitter" \t "_blank" Berbagi ke Twitter HYPERLINK "http://www.blogger.com/share-post.g?blogID=7893462033784362985&postID=3533997382941870088&target=facebook" \o "Berbagi ke Facebook" \t "_blank" Berbagi ke FacebookBAB IPENDAHULUANA. Latar Belakang Bermain adalah kegiatan yang dilakukan secara sukarela untuk memperoleh kepuasan. Aktivitas bermain merupakan suatu kegiatan yang menyenangkan bagi anak, meskipun hal tersebut tidak meghasilkan komoditas tertentu.Aktivitas bermain merupakan salah satu stimulus bagi perkembangan anak secara optimal. Oleh karena itu dalam memilih alat bermain hendaknya disesuaikan dengan jenis kelamin dan usia anak. Sehingga dapat merangsang perkembangan anak secara optimal. Dalam kondisi sakit atau anak dirawat di rumah sakit, aktivitas bermain ini tetap perlu dilaksanakan disesuaikan dengan kondisi anak. B. Tujuan Terapi Bermain1. Tujuan UmumMerangsang perkembangan sensorik, intelektual, sosial, kreatifitas, kesadaran diri, moral, dan bermain dengan terapi.2. Tujuan Khususa. Meningkatkan kemampuan dan kreatifitas b. Meningkatkan keterampilan anak c. Mengidentifikasi anak terhadap keterampilan tertentu d. Memberikan kesenangan dan kepuasan C. Manfaat Terapi Bermain 1. Untuk anak-anak sebagai salah satu terapi pengobatan dan menghilangkan kejenuhan terhadap suasana rumah sakit. 2. Sebagai sarana orang tua untuk mengetahui suasana hati anak saat bermain.Baca SelengkapnyaBAB IITERAPI BERMAIN PADA ANAK USIA REMAJAA. Definisi Bermain adalah satu kegiatan menyenangkan bagi anak yang dilakukan setiap hari secara sukarela untuk memperoleh kepuasan dan merupakan media yang baik bagi anak-anak untuk belajar komunikasi, mengenal lingkungan, dan untuk meningkatkan kesejahteraan mental dan sosial anak. B. Fungsi Bermain Fungsi bermain adalah merangsang perkembangan sensorik-motorik, perkembangan intelektual, sosial, kreatifitas, kesadaran diri, moral dan bermain sebagai terapi. 1. Perkembangan sensorik-motorik merupakan komponen terbesar yang digunakan anak dan bermain aktif sangat penting untuk perkembangan pengobatan. 2. Perkembangan intelektual anak melakukan eksplorasi dan manipulasi terhadap segala sesuatu yang ada dilingkungan sekitar. 3. Perkembangan sosial anak akan memberi dan menerima serta mengembangkan hubungan sesuai dengan belajar memecahkan masalah dan hubungan sulit. 4. Perkembangan kreatifitas anak belajar merealisasikan diri. 5. Perkembangan kesadaran diri, anak belajar mengenal kemampuan dengan mencoba peran-peran baru dan mengetahui dampak tingkah lakunya terhadap orang lain. 6. Perkembangan moral, anak akan belajar mengenai nilai dan moral dan etika belajar membedakan mana yang benar dan mana yang salah serta belajar bertanggung jawab atas segala tindakan yang telah dilakukan. 7. Bermain sebagai terapi, anak akan mengalihkan rasa sakitnya pada permainannya dan relaksasi melalui kesenangannya bermain. C. Tujuan Bermain 1. Untuk melanjutkan pertumbuhan dan perkembangan yang normal pada saat sakit, pada saat sakit anak mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan. 2. Mengekspresikan perasaan, keinginan, dan fantasi serta ide-idenya.3. Pengembangan kreatifitas dan kemampuan memecahkan masalah.4. Dapat beradaptasi secara efektif terhadap stres karena sakit dan dirawat di rumah sakit. D. Faktor Yang Mempengaruhi Aktivitas Bermain 1. Tahap perkembangan 2. Jenis kelamin anak 3. Status kesehatan anak 4. Lingkungan yang tidak mendukung 5. Alat dan jenis permainan yang cocok atau sesuai dengan anakE. Prinsip-Prinsip Dalam Aktivitas Bermain 1. Perlu energi ekstra 2. Waktu yang cukup 3. Alat permainan 4. Ruang untuk bermain 5. Pengetahuan cara bermain 6. Teman bermain F. Klasifikasi Bermain 1. Berdasarkan isi permainan : a. Sosial Affective Play b. Sense of Pleasure Play c. Skill Play d. Games atau Permainan e. Unoccupied Behaviour f. Dramatic Play 2. Ditinjau dari karaktera. Social anlooker playb. Solitary playc. Paralel playG. Pelaksanaan Terapi Bermain Untuk Anak Usia Remaja1. Pengorganisasian a. Leader : Aditya SusantoTugas : Membuka acara, memperkenalkan nama-nama terapis Menjelaskan tujuan terapi bermain Menjelaskan aturan terapi permainan b. Co. Leader : Dara Nariesta RTugas : Membantu leader dalam mengorganisir kegiatan Menyampaikan jalannya kegiatan Menyampaikan informasi dari fasilitator ke leader dan sebaliknya c. Observer : - Dodi PrasongkoTugas : Mengevaluasi jalannya kegiatan d. Fasilitator : - Arini Rukmana - Ayu Wulandari - Malinda Utami - Shanaz Nadia - Winda SariTugas : Memfasilitator kegiatan yang diharapkan Memotivasi peserta agar mengikuti kegiatan Sebagai Role Model selama kegiatan 2. Permainan Yang Cocok Untuk Usia Remaja Melihat karakterisik anak remaja perlu mengisi kegiatan yang konstruktif, misalnya dengan melakukan permainan berbagai macam olah raga, mendengarkan dan/atau bermain musik serta melakukan kegiatan organisasi yang positif, seperti kelompok basket, sepak bola, karang taruna, dll. Prinsip bermain bagi anak remaja tidak hanya sekedar mencari kesenangan dan meningkatkan perkembangan fisio-emosional, tetapi juga lebih ke arah menyalurkan minat, bakat, dan aspirasi serta membantu remaja untuk menemukan identitas pribadinya. Untuk itu alat permainan yang tepat biasanya berupa berbagai macam alat olah raga, alat musik, dan alat gambar atau lukis.3. Tahap Kerja Terapi Bermain Anak Usia Remajaa. Terapis menjelaskan kegiatan yang akan dilaksanakan, yaitu menggambar dan menceritakan hasil gambar kepada klien lain.b. Terapis membagikan kertas dan pensil,untuk tiap klienc. Terapis meminta klien menggambar apa saja sesuai dengan yang diinginkan saat ini.d. Sementara klien mulai menggambar,terapis berkeliling, dan memberi penguatan kepada klien untuk tetap menggambar.Jangan mencela klien.e. Setelah semua selesai menggambar,terapis meminta masing-masing klien untuk memperlihatkan dan menceritakan gambar yang telah dibuatnya kepada klien. Yang harus diceritakan adalah gambar apa dan apa makna gambar tersebut menurut klien.f. Kegiatan point e.dilakukan sampai semua klien mendapat giliran.g. Setiap kali klien selesai menceritakan gambarnya, klien mengajak klien lain bertepuk tangan.4. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Kegiatan Hari, tanggal : -Waktu : --:-- WIB s/d selesai Tempat : Ruang Demonstrasi (Demonstration Room) Jurusan Keperawatan 5. Pelaksanaan kegiatan1. Pembukaana. Penyuluh memberi salam dan mengingatkan kontrak yang telah disepakati..b. Penyuluh memperkenalkan diri.c. Berdoa bersama.2. Kegiatan intia. Menjelaskan aturan maina. Ketika kakak berbicara adik-adik mendengarkanb. Kalau ingin bertanya atau menjawab angkat tangan terlebih dahulu baru berbicarac. Tidak boleh berebut alat permainand. Tidak boleh berkelahi atau memukul temene. Membereskan alat setelah bermainf. Mengikuti kegiatan dari awal hingga akhirb. Kegiatan bermaina. Mengekspesikan perasaan melalui gambar b. Memberi makna gambarc. Penutupa. Istirahatb. Evaluasi kegiatanMeminta anak menceritakan kegiatan bermainc. Doad. Membereskan alat6. Sasaran Sasaran terapi bermain ini untuk anak usia remaja 7. MetodeDemonstrasi8. Kriteria Penilaiana. Evaluasi Struktur Peralatan bermain seperti buku gambar dan pensil sudah tersedia Lingkungan yang cukup memadai untuk syarat bermain Waktu pelaksanaan terapi bermain dimulai tepat waktu Jumlah terapis 5 orang b. Evaluasi Proses Leader dapat memimpin jalannya permainan, dilakukan dengan tertib dan teratur Co. Leader dapat membantu tugas Leader dengan baik Fasilitator dapat memfasilitasi dan memotivasi anak dalam permainan 80 % anak dapat mengikuti permainan secara aktif dari awal sampai akhir c. Evaluasi Hasil 100 % anak merasa senang dan puas. 75 % mampu mengikuti kegiatan yang dilakukan 25 % anak dapat menyatakan perasaan senang