Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Anomali

  • Published on
    22-Oct-2015

  • View
    274

  • Download
    8

DESCRIPTION

artikel

Transcript

PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA ANOMALIDi tengah kondisi dunia yang sedang krisis, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencatat hasil positif. Pertumbuhan ekonomi triwulan kedua tahun ini mencapai 6,4 persen dibandingkan dengan periode sama tahun lalu. Konsentrasi pertumbuhan tetap terpusat di Pulau Jawa dengan angka 57,5 persen.Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Indonesia semester I-2012 lebih baik dibandingkan dengan semester I-2011 yang tumbuh sebesar 6,3 persen.Namun, menurut pengamat ekonomi Indonesia for Global Justice, Salamuddin Daeng, pertumbuhan ekonomi Indonesia tergolong anomali. Alasannya karena pertumbuhan ekonomi tidak diikuti peningkatan kesejahteraan masyarakat.Ada empat faktor, kata Daeng, yang membuat pertumbuhan ekonomi anomali. Pertama, ekonomi Indonesia digerakkan oleh utang luar negeri yang angkanya terus naik. Utang Indonesia terakumulasi mencapai Rp 2.870 triliun. Utang luar negeri bertambah setiap tahun. Utang selanjutnya menjadi sumber pendapatan utama pemerintah dan menjadi faktor pendorong pertumbuhan ekonomi, paparnya.Kedua, pertumbuhan ekonomi didorong oleh peningkatan konsumsi masyarakat yang bersumber dari naiknya harga sandang dan pangan, serta ditopang dari pertumbuhan kredit khususnya kredit konsumsi.Faktor ketiga, pertumbuhan ekonomi didorong ekspor bahan mentah, seperti bahan tambang, migas, hasil perkebunan dan hutan, sehingga tidak banyak menciptakan nilai tambah dan lapangan pekerjaan. Terakhir, pertumbuhan ekonomi didorong oleh investasi luar negeri yang membuat sumber daya alam kian dikuasai asing.Pengamat ekonomi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, A Tony Prasetiantono menyatakan, sektor domestik mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Transmisi krisis global melalui penurunan ekspor dan defisit neraca perdagangan baru akan terasa pada kuartal ketiga dan keempat tahun ini. Lagi pula, kontribusi ekspor terhadap PDB tidak besar, kata Tony.Hal senada disampaikan ekonom Mirza Adityaswara. Sejumlah sektor ekonomi dalam negeri tumbuh karena didorong oleh suku bunga rendah yang tampak dari tumbuhnya kredit 26-28 persen (tahunan) sekaligus didorong oleh harga bahan bakar minyak (BBM) yang rendah karena masih disubsidi.Maka dari itu, pertumbuhan tinggi dialami sektor yang berorientasi dalam negeri, seperti perdagangan, manufaktur, otomotif, transportasi, komunikasi, dan konstruksi, kata Mirza. Dia menambahkan, akibat pertumbuhan tinggi sektor yang berorientasi dalam negeri, kecenderungan defisit neraca perdagangan akan semakin besar.

Menurut Tony, belanja pemerintah yang lebih cepat dan besar juga cukup membantu pertumbuhan. Seiring hal itu, inflasi yang terkendali di bawah 5 persen cukup membantu, meski hal tersebut ada efeknya, yaitu subsidi energi terus membengkak yang sebenarnya cenderung tidak sehat Di tengah kondisi dunia yang sedang krisis, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencatat hasil positif. Pertumbuhan ekonomi triwulan kedua tahun ini mencapai 6,4 persen dibandingkan dengan periode sama tahun lalu. Konsentrasi pertumbuhan tetap terpusat di Pulau Jawa dengan angka 57,5 persen.Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Indonesia semester I-2012 lebih baik dibandingkan dengan semester I-2011 yang tumbuh sebesar 6,3 persen.Namun, menurut pengamat ekonomi Indonesia for Global Justice, Salamuddin Daeng, pertumbuhan ekonomi Indonesia tergolong anomali. Alasannya karena pertumbuhan ekonomi tidak diikuti peningkatan kesejahteraan masyarakat.Ada empat faktor, kata Daeng, yang membuat pertumbuhan ekonomi anomali. Pertama, ekonomi Indonesia digerakkan oleh utang luar negeri yang angkanya terus naik. Utang Indonesia terakumulasi mencapai Rp 2.870 triliun. Utang luar negeri bertambah setiap tahun. Utang selanjutnya menjadi sumber pendapatan utama pemerintah dan menjadi faktor pendorong pertumbuhan ekonomi, paparnya.Kedua, pertumbuhan ekonomi didorong oleh peningkatan konsumsi masyarakat yang bersumber dari naiknya harga sandang dan pangan, serta ditopang dari pertumbuhan kredit khususnya kredit konsumsi.Faktor ketiga, pertumbuhan ekonomi didorong ekspor bahan mentah, seperti bahan tambang, migas, hasil perkebunan dan hutan, sehingga tidak banyak menciptakan nilai tambah dan lapangan pekerjaan. Terakhir, pertumbuhan ekonomi didorong oleh investasi luar negeri yang membuat sumber daya alam kian dikuasai asing.Pengamat ekonomi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, A Tony Prasetiantono menyatakan, sektor domestik mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Transmisi krisis global melalui penurunan ekspor dan defisit neraca perdagangan baru akan terasa pada kuartal ketiga dan keempat tahun ini. Lagi pula, kontribusi ekspor terhadap PDB tidak besar, kata Tony.Hal senada disampaikan ekonom Mirza Adityaswara. Sejumlah sektor ekonomi dalam negeri tumbuh karena didorong oleh suku bunga rendah yang tampak dari tumbuhnya kredit 26-28 persen (tahunan) sekaligus didorong oleh harga bahan bakar minyak (BBM) yang rendah karena masih disubsidi.Maka dari itu, pertumbuhan tinggi dialami sektor yang berorientasi dalam negeri, seperti perdagangan, manufaktur, otomotif, transportasi, komunikasi, dan konstruksi, kata Mirza. Dia menambahkan, akibat pertumbuhan tinggi sektor yang berorientasi dalam negeri, kecenderungan defisit neraca perdagangan akan semakin besar.

Menurut Tony, belanja pemerintah yang lebih cepat dan besar juga cukup membantu pertumbuhan. Seiring hal itu, inflasi yang terkendali di bawah 5 persen cukup membantu, meski hal tersebut ada efeknya, yaitu subsidi energi terus membengkak yang sebenarnya cenderung tidak sehat.

Judul: Globalisasi

Perkembangan dunia pada era sekarang tidak bisa lepas dari pengaruh globalisasi. Globalisasi yang telah mendunia itu menelusup berbagai aspek kehidupan masyarakat. Dari aspek yang paling besar hingga merambah ke aspek terkecil. Hal itu sesuai dengan asal katanya, kata "globalisasi" yang diambil dari kata global, yang bermakna universal. Universal yang berarti menyeluruh itu membuat globalisasi membawa dampak pada setiap insan yang hidup. Berkenaan dengan globalisasi, Achmad Suparman menyatakan bahwa globalisasi adalah suatu proses menjadikan sesuatu (benda atau perilaku) sebagai ciri dari setiap individu di dunia ini tanpa dibatasi oleh wilayah.

Berdasarkan pengertian yang dikemukakan oleh tokoh diatas, sesungguhnya globalisasi adalah suatu proses perubahan unsur hidup dan tak hidup menjadi tampilan yang baru. Proses perubahan itu tidak lagi mengenal batas-batas bidang tertentu khususnya wilayah. Perubahan itu juga berkenaan dengan ciri khas individu yang berbeda antara satu dengan yang lainnya.

Berbeda dengan Suparman, Malcom waters, seorang professor sosiologi dari Universitas Tasmania, berpendapat bahwa globalisasi adalah sebuah proses sosial yang berakibat pembatasan geografis pada keadaan sosial budaya menjadi kurang penting yang terjelma di dalam kesadaran orang. Jika Suparman mengartikan globalisasi bertumpu pada proses menjadikan sesuatu (benda atau perilaku), Malcom mengartikan globalisasi berkenaan dengan sosial budaya yang dimiliki oleh setiap manusia. Walaupun antara kedua tokoh itu penitikberatannya akan makna globalisasi berbeda, namun inti atau unsur pemikirannya relative sama. Sama-sama mengenai perubahan yang tidak mengenal batas wilayah.

Pada umumnya globalisasi dimaknai sebagai perubahan yang tidak mengenal batas wilayah. Tidak mengenal itu baik atau buruk, tidak mau tahu dia muda atau tua, yang pasti terus menerobos tanpa lirik kanan atau kiri ataupun menoleh kebelakang. Globalisasi juga tak membedakan aspek yang ingin diterjang. Semuanya sah untuk mendapatkan perubahan.

Kecanggihan globalisasi dalam menerjang, membawa ciri-ciri tersendiri yang bisa diidentifikasi oleh kasat mata. Ciri itu misalnya perubahan dalam Konstantin ruang dan waktu yang berupa perkembangan alat-alat elektronik yang semakin mengglobal. Hal itu memungkinkan kita untuk merasakan banyak hal dari berbagai macam budaya yang berbeda. Dalam bidang ekonomi, ditandai adanya pasar bebas (pasar yang mendunia) yang menyebabkan produk dalam negeri kalah saing sehingga para pedagang lokal banyak mengalami gulung tikar. Contoh perubahan itu barulah di dua bidang saja, bidang-bidang yang lainpun dipastikan terinbas juga.

Ciri-ciri dari perubahan globalisasi setiap bidang berbeda-beda. Hal itu karena aspek yang dimiliki pun berbeda. Secara umum, Lucian W. Pye menyebutkan globalisasi mempunyai ciri-ciri nyata yaitu berkembangnya pertukaran kebudayaan internasional, Penyebaran prinsip multikebudayaan (multiculturalism), dan kemudahan akses suatu individu terhadap kebudayaan lain di luar kebudayaannya, berkembangnya turisme dan pariwisata, Semakin banyaknya imigrasi dari suatu negara ke negara lain, berkembangnya mode yang berskala global, seperti pakaian, film dan lain lain, bertambah banyaknya event-event berskala global, seperti Piala Dunia FIFA, persaingan bebas dalam bidang ekonomi, dan meningkakan interaksi budaya antarnegara melalui perkembangan media massa. Ciri-ciri yang diberikan oleh Lucian hampir mencakup semua aspek masyarakat. Jika dilihat keadaan kehidupan masyarakat kita sekarang ini, ciri-ciri yang disebutkan diatas, sudah ada sejak lama. Disadari atau tidak, perlahan-lahan globalisasi ini makin menampakkan warnanya. Menindaklanjuti pengaruh globalisasi yang semakin marak ini, filter yang baik sangat diperlukan. Setiap insan harus bisa memilah-milah mana yang sesungguhnya cocok dan mana yang harus dihindari. Karena walau bagaimanapun tidak semua perubahan itu baik. Kita yangmengikuti. Kita juga yang menjalani. Jadi kita yang harus menentukan. Penentuan semacam itu bisa dikembalikan lagi pada ideology yang kita punya.

Pengertian Paragraf EksposisiParagraf eksposisi adalah jenis paragraf yang memiliki tujuan penulisan untuk memaparkan atau menjelaskan sesuatu ataupun sebuah informasi spesifik. Jenis paragraf ini lebih pada memberikan gambaran secara jelas mengenai pokok bahasan. Dalam hal ini yang menjadi pokok bahasan penulisan bisa merupakan sebuah ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan tersebut disajikan dengan lengkap dan valid berdasarkan materi materi yang telah ada dan telah dikumpulkan sebelumya.Pada dasarnya menulis sebuah paragraf eksposisi memerlukan kemampuan pemahaan dalam sebuah bidang secara cukup mendalam. Hal tersebut menjadi hal yang sangat penting karena pada jenis paragraf ini sangat dituntut kebenaran dari informasi yang disajikan. Tidak jarang jenis paragraf eksposisi akan dijadikan sebagai sebuah rujukan penulisan atau bahkan bahan tulisan ilmiah. Jadi penulis harus benar benar memberikan data dan informasi yang valid.

Contoh Paragraf EksposisiTerkadang dalam menulis paragraf eksposisi kita tidak boleh memberikan penekanan yang bersifat persuasif atau bentuk ajakan yang lain. Fungsi dari jenis paragraf ini benar benar hanya berbagi informasi kepada pembaca, lebih baik lagi jika tulisan berjenis seperi ini akan bisa memberikan inspirasi dan pengetahuan tambahan bagi para pembacanya.

Ciri-ciri Paragraf EksposisiBeberapa hal yang menjadi pembeda antara jenis paragraf eksposisi dengan yang lain adalah:1. Adanya definisi atau pengertian dari sebuah istilah yang sedang dibahas. Dengan adanya ciri tersebut akan semakin meningkatkan kesan valid tidaknya informasi dalam paragraf tersebut. Hal ini akan semakin penting manakala dibarengi dengan penjelasan lanjutan yang memadahi.2. Adanya langkah,metode atau cara yang digunakan dalam proses yang sedang dibahas. Masih dengan tujuan yang sama dengan poin nomer 1, item ini juga akan membuat tulisan kita lebih informatif dan berbobot.3. Disajikan secara objektif. Objektivitas ialah salah satu hal yang paling penting dalam menulis paragraf eksposisi. Seorang penulis tidak diperkenankan untuk memberikan pemikiran atau pendapat pribadi dalam karangan paragraf eksposisinya. Lebih lebih seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, tidak boleh ada unsur persuasif atau paksaan dalam jenis paragraf ini.

Contoh Paragraf EksposisiBerikut ini ialah contoh paragraf eksposisi yang bisa menjadi acuan untuk anda.Ozone therapy meruapkan sebuah bentuk terapi kesahatan yang dilakukan dengan cara memberikan oksigen dan juga ozon khusus ke dalam darah manusia. Jenis terapi yang relatif masih baru ini merupakan alternatif bagus untuk mengobati beberapa macam penyakt seperti kanker dan juga tumor. Dengan aplikasi gas oksigen murni dan ozon ber energi tinggi, hal tersebut akan menekan zat zat negatif dalam tubuh keluar. Sebagai hasilnya metabolisme tubuhpun akan semakin kuat dan sehat.

Semoga informasi singkat mengenai paragraf eksposisi di atas dapat bermanfaat bagi anda. Selamat menulis