Perencanaan Optimalisasi Sektor Industri Pengolahan Di Kota Kediri

  • Published on
    11-Apr-2016

  • View
    26

  • Download
    12

DESCRIPTION

Perencanaan Optimalisasi Industri Pengolahan di Kota Kediri

Transcript

PERENCANAAN OPTIMALISASI SEKTOR INDUSTRI PENGOLAHAN DI KOTA KEDIRIPERENCANAAN OPTIMALISASI SEKTOR INDUSTRI PENGOLAHAN DI KOTA KEDIRITAHUN 2016-2020Fatma Roisatin NadhirohPermasalahanSektor Industri Pengolahan merupakan sektor unggulan di Kota Kediri, hanya subsektor industri makanan, minuman, tembakau yang dominan. Hal tersebut dipengaruhi oleh belum berkembangnya subsektor lain, seperti industri tekstil, pakaian jadi, kulit, industri kayu dan sejenisnya serta industri lain. Tujuan perencanaan optimalisasi Sektor Industri Pengolahan di Kota Kediri yang akan dicapai dalam kurun waktu lima tahun ke depan, yaitu:Terwujudnya peningkatan kesejahteraan masyarakat dan stabilitas ekonomi.Terwujudnya pertumbuhan skala usaha: industri, perdagangan, koperasi dan UKM yang mampu mendukung penciptaan lapangan kerja dan ekonomi daerah.Terwujudnya keseimbangan antara daya dukung lingkungan dan pembangunan di Sektor Industri Pengolahan. Penentuan Kemungkinan TindakanMengembangkan penyebaran industri dan penyerapan tenaga kerja;Mengembangkan kemampuan teknologi;Meningkatkan penganekaragaman produk dan pasar ekspor daerah serta menggalakkan upaya pelatihan calon eksportir;Meningkatkan perlindungan terhadap konsumen melalui pengawasan peredaran barang dan jasa;Meningkatkan ketataan terhadap regulasi ketentuan pasar;Peningkatan kuantitas kerjasama (kemitraan) dengan pengusaha besar;Meningkatkan kualitas UMKM;Menyajikan informasi secara berkala kepada investor dalam rangka penanaman modal;Meningkatkan kualitas tenaga kerja melalui perbaikan kualitas lembaga pelatihan tenaga kerja;Menerapkan CSR (Corporate Social Responsibility) bagi setiap pemilik industri.Identifikasi Proyek Potensial Industri PengolahanMengembangkan jumlah industri kecil dan menengah.Tersedianya sentra industri kecil.Meningkatkan jumlah IKM formal (memiliki ijin).Meningkatkan persentase Industri Kecil dan Menengah yang menggunakan Teknologi Tepat Guna (TTG).Mengembangkan kluster industri.Penerapan CSR yang sesuai dengan potensi sumber daya alam dan manusia di sekitar lokasi industri.

Recommended

View more >