PERENCANAAN ALIRAN BAHAN DAN TATA LETAK PABRIK

  • Published on
    15-Mar-2016

  • View
    99

  • Download
    3

DESCRIPTION

PERENCANAAN ALIRAN BAHAN DAN TATA LETAK PABRIK. Perencanaan Aliran Bahan dan Tata Letak Pabrik - PowerPoint PPT Presentation

Transcript

  • PERENCANAAN ALIRAN BAHANDAN TATA LETAK PABRIK

  • Perencanaan Aliran Bahan dan Tata Letak Pabrik

    Banyak cara yang digunakan di dalam proses perencanaan aliran bahan, beberapa diantaranya khusus digunakan untuk perencanaan Tata Letak Pabrik, ada pula berkenaan dengan material handling dan beberapa diantaranya diambil dalam bidang motion economy & work simplification.

  • Meskipun sebagian besar dari teknik yang ada pada dasarnya digunakan untuk tujuan analitis, tetapi dapat juga digunakan untuk perencanaan dan teknik-teknik yang biasa digunakan dalam perencanaan layout dan material handling adalah :

    Assembly ChartOperation Process ChartProcess ChartFlow Process ChartMulti-Product Process ChartFlow DiagramFrom To ChartActivity Relationship ChartActivity Relationship DiagramArea Allocating Diagram

  • CONTOH ASSEMBLY CHART

    1

    3

    7

    8

    13

    12

    11

    10

    9

    5

    2

    4

    16

    15

    14

    6

    SA 1

    A 1

    A 2

    SA 3

    A 3

    A 4

    A 5

    A 6

    A 8

    A 7

    BASE

    HANDLE

    KNOB

    ECCENTRIC ROD

    PLUNGER

    PRESSURE PAD

    MASKING TAPE

    PAINT

    CARTON

    LABEL

    GUMMED TAPE

    SSA 1

    A

    SSA 3

    KETERANGAN

    SA

    SSA

    = ASSEMBLY

    = SUB ASSEMBLY

    = SUB SUB ASSEMBLY

    = INSPEKSI

  • CONTOH OPERATION PROCESS CHART PRODUK KASUR

  • CONTOH PROCESS CHART PRODUK SAUS APEL

  • Contoh MPPC (Multi Product Process Chart)

    1. ROUGH STORAGE

    10. FINAL INSPECTION

    9. SAW

    8. HONE

    7. PRESS

    6. GRIND

    5. BARE

    4. DRILL

    3. LATHE

    2. MILL

    PART NO.

    OPERASI

    1

    2

    3

    4

    5

    17

    6

    16

  • Contoh FPC (Flow Process Chart) Perakitan Pagar Besi

    S-4

    I-5

    Di gudang bahan

    Dibawa ke tempat perakitan secara manual

    O-6

    Dilas dengan menggunakan mesin las lalu diperiksa sambungannya secara manual

    O-8

    Terali Besi

    O-7

    Diukur sesuai dengan ukuran rangka menggunakan meteran

    Dipotong sesuai dengan ukuran menggunakan grinda

    Dibentuk sesuai dengan pesanan menggunakan mesin bubut

    O-9

    I-5

    Plat Besi

    Diukur sesuai dengan ukuran rangka menggunakan meteran

    Dipotong sesuai dengan ukuran menggunakan grinda

    O-1

    O-2

    Diukur sesuai dengan ukuran rangka menggunakan meteran

    Dipotong sesuai dengan ukuran menggunakan grinda

    Dibentuk sesuai dengan pesanan menggunakan mesin bubut

    I-1

    O-5

    O-3

    Besi Rangka

    O-10

    Dicat dengan menggunakan kompresor cat

    O-11

    Dilas dengan menggunakan mesin las untuk membentuk rangka

    Dijemur di tempat pengeringan terbuka untuk mengeringkan cat

    Cat

    Roda

    Dibawa ke gudang barang jadi secara manual

    Dibentuk sesuai dengan pesanan menggunakan mesin bubut

    OI-1

    Dibawa ke tempat pengeringan terbuka secara manual

    S-6

    Di gudang barang jadi

    S-3

    S-2

    S-1

    Dilubangi dengan menggunakan bor sesuai dengan model yang telah ditetapkan

    T-1

    T-2

    T-3

    T-4

    T-6

    T-7

    Dibawa ke tempat perakitan secara manual

    Dibawa ke tempat perakitan secara manual

    Dibawa ke tempat perakitan secara manual

    Di gudang bahan

    Di gudang bahan

    Di gudang bahan

    S-5

    T-5

    Dibawa ke tempat perakitan secara manual kemudian dimasukkan ke dalam kompresor cat

    Di gudang bahan

  • Simbol-simbol yang Digunakan pada FPC

    1. Operation

    Terjadi bila :Suatu objek yang dengan sengaja diubah, baik karakter fisik maupun kimianyaDirakit (di-assembly) atau dibongkar (di-disassembly)Diatur untuk operasi lain

    2. Transportation

    Terjadi bila : suatu objek digerakkan dari satu tempat ke tempat lainKecuali : perpindahan tersebut bagian dari operasi atau disebabkan oleh operator yang sedang bekerja atau suatu inspeksi.

    3. Inspection

    Terjadi bila : suatu objek diuji identifikasinya atau ditentukan kualitas atau kuantitasnya.

  • Simbol-simbol yang Digunakan (lanjutan)

    4. Delay

    Terjadi bila : kondisi objek tidak mengizinkan untuk segera dilakukan pekerjaan berikutnya (menunggu).

    5. Storage

    Terjadi bila : suatu objek disimpan.

    6. Operation and Inspection

    Terjadi bila : suatu objek mengalami operasi sambil diperiksa kualitas atau kuantitasnya pada waktu yang bersamaan.

  • CONTOH FLOW CHART

    Mulai

    Perhitungan momen perpindahan material awal

    Pembuatan ARC

    Pembuatan diagram hubungan ruangan

    Perancangan alternatif layout- Metode Trial and Error- Software Quant System dan manual

    Hitung Momen Perpindahan Material

    Ada pengurangan momen perpindahan material?

    Selesai

    Ya

    Tidak

    Iterasi dihentikan

  • CONTOH FLOW DIAGRAMS

  • From To Chart From To Chart merupakan suatu teknik yang digunakan dalam perencanaan layout. Chart ini sangat menolong, khususnya pada problem dimana banyak item (part) yang melintasi daerah kerja. Chart ini juga sangat berguna sebagai alat untuk merencanakan hubungan yang optimum dari daerah-daerah kerja.

    Keuntungan Chart ini adalah :Menganalisis bahanMerencanakan model aliranMenetapkan lokasi-lokasi dari departemenMengukur efisiensi model aliranMempersingkat siklus pengolahanMenggambarkan gerakan bahanMenunjukkan ketergantungan 1 area yang lainMenunjukkan jumlah gerakan melalui areaMenunjukkan antar-hubungan dari lintasan produksi

  • Contoh From To Chart

    A

    B

    C

    D

    E

    F

    G

    H

    A

    B

    C

    D

    E

    F

    G

    H

    I

    I

    TOTAL

    TOTAL

    2

    3

    2

    1

    1

    1

    1

    1

    1

    1

    1

    1

    1

    1

    1

    1

    3

    1

    2

    1

    3

    1

    1

    2

    1

    1

    1

    2

    4

    0

    3

    4

    7

    4

    6

    5

    6

    8

    8

    3

    4

    7

    4

    6

    5

    6

    0

    To

    From

  • CONTOH PERHITUNGAN FROM TO CHART

  • Flow yang baik adalah apabila jumlah mesin yang dilangkahi sekecil mungkin.

    Angka-angka di dalam kolom menggambarkan jumlah part yang diangkut dan jaraknya terhadap diagonal merupakan ukuran kesulitan.

    Dari aliran part di atas dapat dilihat jumlah mesin-mesin yang dilangkahi apabila diperlukan suatu jumlah mesin yang tertentu.

    Diusahakan agar angka-angka dalam tabel mendekati diagonal.

  • Faktor kesulitan 1 :

    Faktor kesulitan 2 :

    Faktor kesulitan 3 :

    1

    2

    1

    2

    3

    1

    2

    3

    4

  • Angka KesulitanMaju : 1 x (2+1+4+1)= 82 x (8+2+1)= 223 x (2+6)= 244 x (1+1+1)= 125 x (1+1)= 106 x (4+1+5)= 607 x (3)= 218 x (2+1)= 24 += 181

    Mundur : 1 x (2+1)= 3 2 x (1+1)= 4 3 x (2+1)= 9 6 x (2)= 12 += 28

    Grand Total = 181 + 28 = 209

  • Untuk mendapatkan susunan yang baik, diusahakan agar Grand Total sekecil mungkin.

    Untuk mendapatkan ini, dilakukan coba-coba secara berulang-ulang untuk bermacam-macam susunan.

    Coba-coba ini dilakukan dengan mengubah letak / susunan pada tiap-tiap percobaan.

  • Uji Coba II

  • Angka KesulitanMaju : 1 x (8+4+1+1+6)= 202 x (2+2+1)= 103 x (2+1+5+1)= 274 x (4+3)= 285 x (1+1)= 106 x (2+1)= 189 x (1)= 9 += 122

    Mundur : 1 x (2)= 22 x (1+2)= 63 x (1)= 34 x (1)= 45 x (2+1)= 157 x (1)= 7 += 37

    Grand Total = 122 + 37 = 159

  • Angka Kesulitan

    Maju : 1 x (3)= 33 x (18)= 545 x (6)= 30 += 87

    Mundur : 1 x (2)= 22 x (5)= 103 x (9)= 27 += 39

    Grand Total = 87 + 39 = 126

  • Untuk Uji Coba II, dilakukan dengan cara sebagai berikut.

    8 6 5 4 2 1 1 4 1 6 4 2 3 6 3 4 2 1 2 5 5 2 6 3 2 3 4 3

    Maka :

    6 1 1 4 6 1 4 4 2 6 1 4 2 2 5 6 1 4 2 5 3 6 3 6 1 4 2 5

  • Angka Kesulitan

    Maju : 1 x (23)= 233 x (2)= 6 += 29

    Mundur : 1 x (15)= 152 x (1)= 23 x (1)= 3 4 x (1)= 4 += 24

    Grand Total = 29 + 24 = 53

  • Teknik-teknik Analisa dan Perencanaan AliranTeknik-teknik yang biasanya digunakan dalam perencanaan dan analisa aliran, sebagai pembantu untuk mendapatkan hubungan-hubungan di antara daerah kerja yang terdapat dalam pabrik tersebut adalah sebagai berikut.

    1. Peta Proses Pengerjaan (Operation Process Chart) Peta proses pengerjaan adalah suatu peta yang memperlihatkan secara grafis pengolahan mulai dari bahan baku sampai menjadi produk yang siap dipasarkan.

  • 2. Peta Hubungan Aktivitas (Activity Relationship Chart) Peta ini merupakan suatu teknik untuk merencanakan antara hubungan satu aktivitas dengan aktivitas lainnya. Pada chart ini dilakukan analisa terhadap tingkat hubungan antara satu aktivitas dengan aktivitas lainnya dalam bentuk simbol-simbol, serta alasan-alasan bagi pertimbangan pentingnya tingkat hubungan tersebut. Tahapan pembuatan ARC dimulai dengan mengidentifikasi segala peralatan yang ada, kemudian membuat daftar segala kegiatan yang ada pada suatu chart, lalu menetapkan rating (tingkat hubungannya).

  • Contoh Operation Processs Chart

    PETA PROSES OPERASI

    NAMA OBYEK

    NOMOR PETA

    DIPETAKAN OLEH

    TANGGAL DIPETAKAN

    PAGAR BESI

    01

    KELOMPOK VII

    31 MARET 2006

    Roda

    Dibentuk sesuai dengan pesanan (mesin bubut)

    Dipotong (grinda)

    I-5

    O-11

    Di cat(kompressor)

    Disimpan di gudang produk jadi

    O-9

    O-8

    Besi terali

    I-3

    O-7

    O-10

    O-6

    O-5

    Besi bagian atas

    Diukur sesuai dengan ukuran rangka (meteran)

    Dipotong (grinda)

    Diperiksa ukurannya (meteran)

    Diukur sesuai dengan kebutuhan (meteran)

    Dipotong (grinda)

    Diperiksa ukurannya (meteran)

    Dibentuk sesuai dengan pesanan (mesin bubut)

    O-4

    O-2

    O-1

    Besi rangka

    Diukur sesuai dengan kebutuhan (meteran)

    Dilubangi (bor)

    Diperiksa ukurannya

    Dilas (mesin las)

    Dilas dan diperiksa sambungan-nya

    I-1

    O-3

    O-12

    cat

  • Secara umum alasan tingkat hubungan dalam ARC dibagi dalam tiga macam, yaitu :

    1. Keterkaitan produksi a. Urutan aliran kerja b. Mempergunakan peralatan yang sama c. Menggunakan catatan yang sama d. Menggunakan ruangan yang sama e. Bising, debu, getaran, bau dan lain-lain2. Keterkaitan pegawai a. Menggunakan pegawai yang sama b. Pentingnya berhubungan c. Derajat hubungan kepegawaian d. Jalur perjalanan normal

  • e. Kemudahan pengawasan f . Melaksanakan pekerjaan serupa g. Disenangi pegawai h. Perpindahan pegawai i. Gangguan pegawai

    3. Aliran informasi a. Menggunakan catatan/berkas yang sama b. Derajat hubungan kertas kerja c. Menggunakan alat komunikasi yang sama

  • Contoh ARC (Activity Relationship Chart)

    1

    2

    3

    A

    4

    5

    No

    Urutan Proses

    Menggunakan Informasi yang Sama

    Menggunakan Material Handling yang Sama

    Bising

    Getaran

    Alasan

    E

    I

    I

    2

    A

    U

    U

    O

    O

    I

    I

    U

    1,2,3

    4,5

    4,5

    -

    -

    2

    2

    4,5

    U

    A

    I

    O

    O

    O

    O

    U

    U

    U

    A

    O

    O

    O

    U

    1

    2

    -

    -

    -

    -

    4

    4

    4

    4

    1

    -

    -

    -

    4

    A

    I

    O

    I

    I

    O

    A

    I

    I

    I

    O

    A

    O

    O

    -

    U

    U

    A

    O

    I

    I

    A

    1

    2

    -

    2

    2

    -

    1

    1

    2

    2

    -

    1

    -

    -

    4

    4

    1

    2

    2

    1

    Aktivitas

    Tingkat Hubungan

    1. Perakitan Per

    2. Penjahitan Kain Quilting

    3. Perakitan Kawat Lis

    4. Pemotongan

    5. Penjahitan

    6. Perekatan

    7. Penjahitan Lis

    8. Perakitan Divan

    9. Perakitan Sandaran

    10. Pembungkusan

    1

    1

    2

    2

    3

    3

    4

    4

    5

    5

    6

    6

    7

    8

    9

    10

    7

    8

    9

    10

    O

    U

    Sandi

    Mutlak Perlu Berdekatan

    Sangat Perlu Berdekatan

    Penting Berdekatan

    Kedekatan Biasa

    Tidak Perlu Berdekatan

    Keterangan

    X

    Tidak Diinginkan Berdekatan

  • 3. Work Sheet Sheet ini disusun berdasarkan activity relationship chart, terdiri dari baris-baris dan kolom-kolom. Pada work sheet ini dituliskan nomor dan jenis kegiatan pada kolom sebelah kiri dan tingkat hubungan dari tiap-tiap kegiatan dituliskan pada kolom sebelah kanan.

  • Contoh Pengisian WS

    BAGIAN

    AKTIVITAS

    TINGKAT HUBUNGAN

    PRODUCTION

    1

    PRODUKSI

    No

    PRODUCTION SERVICE

    2

    GUDANG BAHAN BAKU

    3

    STOCK YARD

    A

    4

    GUDANG TAMBAHAN DAN PENOLONG

    PERSONAL SERVICE

    5

    RUANG PERALATAN

    2, 3, 4

    6

    LABORATORIUM

    1

    7

    RUANG BOILER DAN KOMPRESSOR

    1

    8

    WC KARYAWAN

    GENERAL SERVICE

    9

    RUANG GANTI KARYAWAN

    -

    KANTIN

    -

    KLINIK

    PHYSICAL PLANT SERVICE

    11

    MUSHALLA

    -

    KANTOR

    -

    POS SATPAM

    -

    -

    -

    10

    12

    13

    14

    -

    -

    -

    -

    E

    5

    -

    1

    -

    -

    -

    -

    -

    -

    -

    -

    -

    I

    6,7,11,17,18

    6,13,14

    4,6,14

    4

    1,2,3

    1

    9

    8,10,12

    9,11,13

    1,10

    9,13

    2,4,10,12,14,15

    2,3,4,13,15

    O

    8,9,13,14

    3,4,5,7,8,9,10,11,12,15,16,17,18

    2,5,7,8,9,10,11,12,13,15,16,17,18

    2,3,6,7,8,9,10,11,12,13,14,15,16,17,18

    4,5,8,9,10,11,12,13,14,15,18

    2,3,4,5,15,16,17,18

    1,2,3,4,5,6,10,11,12,13,14,15,16,17

    1,2,3,4,5,6,11,13,14,15,17

    2,3,4,5,6,8,12,14,15

    2,3,4,5,6,8,9,12,13,14,15

    2,3,4,5,6,8,10,11,14,15

    1,3,5,6,8,9,11

    1,5,6,8,9,10,11,12,16,17

    U

    10,12

    -

    -

    -

    7,16,17

    6,8,9,10,11,12,13,14

    7,18

    7,16,18

    1,7,16,17,18

    7,16,17

    1,7,16,18

    7,16,18

    7,18

    X

    -

    -

    -

    -

    -

    -

    -

    -

    -

    18

    17

    17

    -

    1

    -

    3,5,13,14

    2,6,7,8,9,10,11,12,15,16,17,18

    -

    -

    PARKIR

    BENGKEL

    POWER HOUSE

    TEMPAT PEMBUANGAN LIMBAH

    18

    17

    16

    15

    -

    -

    -

    -

    -

    -

    -

    -

    1

    1,16

    17

    13,14

    2,3,4,5,6,7,16,17

    2,3,4,5,7,8,9,14,15,18

    1,2,3,4,5,7,8,14,15,18

    1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11,12,16,17

    8,9,10,12,13,14,15

    6,10,11

    6,9,10,11,12,13

    18

    11

    12,13

    -

    -

  • 4. Block Template Template ini disusun berdasarkan work sheet, dimana masing-masing aktivitas serta tingkat hubungan terhadap aktivitas-aktivitas lain, dibuat dalam suatu bujur sangkar (block). Nomor kode tiap aktivitas-aktivitas ditulis di tengah dari tiap block, sedang tingkat hubungan ditulis pada tepi block template tersebut.

  • 5. Activity Relationship Diagram Diagram ini merupakan penyusunan block-block template yang sesuai dengan tingkat hubungan antara satu sama lainnya.

  • Contoh Pengisian ARD

    -

    6,8,9,10,11,12,13,14

    -

    1

    -

    2,3,4,5,15,16,17,18

    -

    -

    4

    -

    2,3,6,7,8,9,10,11,12,13,14,15,16,17,18

    -

    6,9,10,11,12,13

    -

    17

    -

    9. RUANG GANTI KARYAWAN

    -

    1,2,3,4,5,6,11,13,14,15,17

    2. GUDANG BAHAN BAKU

    -

    1

    4. STOCK YARD

    6,7,11,17,18

    8,9,13,14,15,16

    -

    17. POWER HOUSE

    A

    U

    E

    E

    I

    X

    O

    5. RUANG PERALATAN

    1. PRODUKSI

    -

    -

    1,2,3,4,5,7,8,14,15,18

    7,16,17

    -

    1,2,3

    -

    4,5,8,9,10,11,12,13,14,15,18

    10,12

    5

    -

    -

    11. KLINIK

    -

    7,16,17

    -

    3. GUDANG BAHAN TAMBAHAN DAN PENOLONG

    -

    -

    A

    U

    E

    I

    X

    O

    8. WC KARYAWAN

    -

    15. PARKIR

    14. POS SATPAM

    -

    16. BENGKEL

    -

    -

    -

    6. LABORATORIUM

    3,5,13,14

    -

    2,6,7,8,9,10,11,12,15,16,17,18

    18. TEMPAT PEMBUANGAN LIMBAH

    -

    -

    8,9,10,12,13,14,15

    1

    11

    2,3,4,5,6,7,16,17

    -

    -

    7,16,18

    2,3,4

    1

    -

    -

    -

    -

    -

    12. MUSHALLA

    10. KANTIN

    A

    U

    E

    I

    X

    O

    A

    U

    E

    I

    X

    O

    A

    U

    E

    I

    X

    O

    A

    U

    E

    I

    X

    O

    A

    U

    E

    I

    X

    O

    A

    U

    E

    I

    X

    O

    A

    U

    E

    I

    X

    O

    A

    U

    E

    I

    X

    O

    -

    -

    1

    13. KANTOR

    A

    U

    E

    I

    X

    O

    A

    U

    E

    I

    X

    O

    A

    U

    E

    I

    X

    O

    A

    U

    E

    I

    X

    O

    A

    U

    E

    I

    X

    O

    -

    -

    6,10,11

    -

    7. RUANG BOILER DAN KOMPRESSOR

    -

    A

    U

    E

    I

    X

    O

    -

    -

    -

    A

    U

    E

    I

    X

    O

    -

    A

    U

    E

    I

    X

    O

    -

    2,3,4,5,6,8,12,14,15

    1,16

    12,13

    2,3,4,5,7,8,9,14,15,18

    -

    -

    -

    6,13,14

    3,4,5,7,8,9,10,11,12,15,16,17,18

    1

    -

    -

    4,6,14

    -

    2,5,7,8,9,10,11,12,13,15,16,17,18

    1,10

    18

    2,3,4,5,6,8,9,12,13,14,15

    -

    -

    7,18

    9

    1,2,3,4,5,6,10,11,12,13,14,15,16,17

    -

    -

    7,18

    -

    2,3,4,13,15

    1,5,6,8,9,10,11,12,16,17

    -

    -

    2,4,10,12,14,15

    17

    1,3,5,6,8,9,11

    -

    -

    7,16,18

    8,10,12

    -

    -

    18

    -

    13,14

    1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11,12,16,17

    1,7,16,18

    -

    -

    9,13

    17

    2,3,4,5,6,8,10,11,14,15

    -

    -

    1,7,16,17,18

    9,11,13

  • 6. Production Space Requirement Sheet Sheet ini merupakan alat untuk menganalisis luas lantai yang dibutuhkan khusus untuk kegiatan yang langsung terhadap produksi.

    Perhitungan allowance :Luas mesinLuas alat bantuOperator spaceMaterial space +SubtotalAllowance = Luas Total Subtotal x 100%

Recommended

View more >