p1113 Evaluasi Bidan-dukun Kab Pas

  • Published on
    01-Dec-2015

  • View
    50

  • Download
    6

Transcript

<ul><li><p>EVALUASIKEGIATAN KEMITRAAN BIDAN DAN DUKUN</p><p>KABUPATEN PASURUANTAHUN 2009</p></li><li><p>DATA BIDAN DAN DUKUN DI KABUPATEN2006 - 2008</p></li><li><p>PROPORSI JUMLAH PN, Persalinan dukun</p></li><li><p>CAKUPAN PERSALINAN NAKES DI KABUPATEN PASURUAN TAHUN 2009</p></li><li><p>ANGKA KEMATIAN IBU TH.2009</p></li><li><p>Program Utama MPSProgram Utama yang responsif Gender mencakup : </p><p>Pelayanan AntenatalPertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan terampilPenanganan komplikasi kebidananPelayanan Nifas (K nifas) dan Neonatal (KN) Pelayanan Keluarga BerencanaPenanganan Kekerasan Terhadap PerempuanPelayanan Kesehatan Reproduksi Terpadu </p></li><li><p>Peningkatan Cakupan dan Kualitas Pn, melalui:Kemitraan Bidan DukunTerjadinya alih peran fungsi Dukun yang tidak menolong lagi PersalinanTerbukti meningkatkan Cak. Pn dan Menurunkan Kematian IbuBerjalannya Siap Antar Jaga di tiap desaSetiap Puskesmas menyediakan pelayanan pertolongan persalinanSalin di Intitusi Kesehatan Pelaksanaan Bidan Delima bagi praktek Bidan SwastaAskeskin Linakes bagi keluarga miskin yg tepat sasaran</p></li><li><p>KEBIJAKAN &amp; PENGERTIANKEBIJAKANMeningkatkan persalinan oleh tenaga kesehatan melalui kemitraan bidan dan dukunPENGERTIANSuatu bentuk kerja sama yang saling menguntungkan antara bidan dan dukun dlm pertolongan persalinan dg tetap melibatkan dukun pada peran yg terbatas.</p></li><li><p>TUJUANUMUMMeningkatkan pertolonan persalinan oleh tenaga kesehatan yg kompeten.KHUSUSMengalihkan peran dukun mitra bidan merawat bufas &amp; BBL cak.persalinan dukun dukun merujuk persalinan ke bidan/nakes kompeten peran dukun sb kader kesehatan</p></li><li><p>MAKNA KEMITRAAN</p></li><li><p>Hasil pemantauan di Puskesmas </p><p>90,09% Pusk melaksanakan program KBD67% dukun ikut program KBD</p></li><li><p>UPAYA KELEMBAGAAN</p><p>Evaluasi KBD tk. Pusk, KabupatenPemberian reward bagi dukun terbaikRevisi nota kesepakatanTerintegrasi pd keg.P4KAMP non medis</p></li><li><p>Permasalahan:BIDANpelanggaran MOU DUKUNPelanggaran MOU disebabkan tarif dukun lbh tinggi dari tarif kemitraanDukun sdh lansia, dana bergulir tdk bisa kembaliDukun menolong persalinan penduduk luar wilayahDukun merasa pangkatnya turun kalau hanya bermitra, tdk menolong persalinan sendiri </p></li><li><p>SISTEM</p><p>Tidak ada dana ut pembinaan dukunBidan didesa pindah persalinan kembali ke dukunBelum semua dukun ikut keg KBDMunculnya dukun baruDukun tdk mau magang (tdk ada Polindes) yg ada Pusk.Dukungan LS yg kurangPerda tarif PN Rp.350.000,-; bidan dapat Rp.100.000,-</p></li><li><p>MASYARAKAT</p><p>Ibu hamil langsung bersalin ke bidanGeografi Bulin yang sulit ut diakses bidanMasy. Merasa bila ditolong nakes mrpkn persalian sulitAda Bulin yg tdk mau didampingi dukun</p></li><li><p>KESIMPULANPermasalahan pd program KBD cukup komplek yg terkait pd dukun, bidan, dana, sistem, LS geografiBerbagai upaya harus dilakukan untuk kelembagaan kegiatanDukungan berbagi pihak dan inovasi dg memanfaatkan potensi daerah sangat menentukan keberhasilan kegiatanInstropeksi diri nakes (tll banyak kesibukan medis) perlu pendekatan individuIbarat dukun suatu lukisan tak perlu merubah lukisan tsb tata sesuai selera</p></li></ul>