Latar Belakang Perencanaan Tata Letak Pabrik

  • Published on
    08-Feb-2016

  • View
    262

  • Download
    0

Transcript

Latar Belakang Perencanaan Tata Letak Pabrik Perencanaan tata letak pabrik yang baik dan ekonomis dapat dibuat apabila yang menyangkut keseluruhan perencanaan tata letak pabrik tersebut dapat dijabarkan serta diselesaikan menurut logika dan menjadi metode tertentu.Tata letak pabrik yang baik dapat diklasifikasikan sebagai perencanaan dan penggabungan lintasan serta aliran dari komponen komponen suatu produksi untuk mendapatkan lintasan serta aliran dari komponen komponen suatu mutu untuk mendapatkan interalasi yang paling efektif dan ekonomis antar pekerja, peralatan dan bahan-bahan mulai dari saat penerimaan bahan masuk ke pabrik melalui tahapan tahapan pengelolaan sampai ke pengiriman produk jadi dari pabrik. Pentingnya tata letak pabrik yang baik mempunyai kaitan tehadap efisiensi, hal ini dapat diuraikan sebagai berikut:a. Kegiatan produksi akan lebih ekonomis bila aliran suatu bahan direncanakan dengan baik.b. Pola aliran bahan menjadi basis terhadap suatu susunan peralatan yang efektif.c. Alat pemindahan bahan akan mengubah pola aliran bahan yang statis menjadi dinamis dan melengkapnya dengan alat angkut yang sesuai.d. Susunan fasilitas-fasilitas yang efektif di sekitar pola aliran akan memberikan operasi yang efektif dari proses produksi yang saling berhubungan.e. Operasi yang efisien akan menimumkan biaya produksi.f. Biaya produksi yang minimum akan menghasilkan profit yang lebih tinggi. Dari uraian di atas dapat diketahui bahwa kelancaran operasi dari suatu pabrik sebagian besar dipengaruhi baik tidaknya tata letak pabrik tersebut.

Pengertian Tata Letak Pabrik Tata letak pabrik merupakan kajian yang fokus pada pengaturan unsur-unsur fisik di sebuah fasilitas pabrik yang ditujukan untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas. Unsur-unsur fisik yang dimaksud berupa mesin, peralatan, bangunan dan fasilitas yang lain. Pabrik yang dalam istilah asingnya dikenal sebagai factory atau plant adalah setiap tempat dimana faktor-faktor seperti : Manusia Mesin dan Peralatan (Fasilitas) Produksi Lainnya Material Energi Uang (Modal/Kapital) Informasi Sumber Daya Alam (Tanah, Air, Mineral, dll) Dikelola bersama-sama dalam suatu sistem produksi guna menghasilkan suatu produk atau jasa secara efektif, efisien dan aman. Istilah pabrik ini sering diartikan sama dengan industri, meski pun industri sebenaranya memiliki pengertian yang lebih luas. Pabrik pada dasarnya merupakan salah satu jenis industri yang terutama akan menghasilkan produk jadi (finished goods product). Seperti halnya yang dijumpai dalam industri manufaktur. Permasalahan tata letak pabrik sangat menarik perhatian banyak pihak, baik mahasiswa maupun praktisi industri, karena terkait dengan dampak strategis bagi perusahaan. Tata letak pabrik menjadi permasalahan strategis karena menyangkut barang-barang investasi. Mesin dan peralatan teknologi tinggi bisa tidak memberikan nilai tambah apabila penempatanya tidak melalui analisis yang mendalam. Permasalahan tata letak pabrik merupakan persoalan yang kompleks, sehingga penyelesainnya harus melalui pendekatan sistem.

Tujuan Tata Letak Pabrik Secara garis besar tujuan utama dari tata letak pabrik ialah mengatur area kerja dan segala fasilitas produksi yang paling ekonomis untuk beroperasi produksi aman, dan nyaman sehingga akan dapat menaikkan moral kerja danperformancedari operator. Lebih spesifik lagi tata letak yang baik akan dapat memberikan keuntungankeuntungan dalam sistem produksi, yaitu antara lain sebagai berikut :1. Menaikkanoutputproduksi.Suatu tata letak yang baik akan memberikan keluaran (output) yang lebih besar atau lebih sedikit,man hoursyang lebih kecil, dan/atau mengurangi jam kerja mesin (machine hours).2. Mengurangi waktu tunggu (delay).Mengatur keseimbangan antara waktu operasi produksi dan beban dari masingmasing departemen atau mesin adalah bagian kerja dari mereka yang bertanggung jawab terhadap desain tata letak pabrik. Pengaturan tata letak yang terkoordinir dan terencana baik akan dapat mengurangi waktu tunggu (delay) yang berlebihan.

3. Mengurangi proses pemindahan bahan (material handling).Proses perencanaan dan perancangan tata letak pabrik akan lebih menekankan desainnya pada usahausaha memindahkan aktivitasaktivitas pemindahan bahan pada saat proses produksi berlangsung.4. Penghematan penggunaan areal untuk produksi, gudang danservice.Jalan lintas, material yang menumpuk, jarak antara mesinmesin yang berlebihan, dan lainlain semuanya akan menambah area yang dibutuhkan untuk pabrik. Suatu perencanaan tata letak yang optimal akan mencoba mengatasi segala masalah pemborosan pemakaian ruangan ini dan berusaha untuk mengkoreksinya.5. Pendaya guna yang lebih besar dari pemakaian mesin, tenaga kerja, dan/atau fasilitas produksi lainnya.Faktorfaktor pemanfaatan mesin, tenaga kerja, dan lainlain adalah erat kaitannya dengan biaya produksi. Suatu tata letak yang terencana baik akan banyak membantu pendayagunaan elemenelemen produksi secara lebih efektif dan lebih efisien.6. Mengurangiinventory in process.Sistem produksi pada dasarnya menghendaki sedapat mungkin bahan baku untuk berpindah dari suatu operasi langsung ke operasi berikutnya secepatcepatnya dan berusaha mengurangi bertumpuknya bahan setengah jadi (material in process).Problemini terutama bisa dilaksanakan dengan mengurangi waktu tunggu (delay) dan bahan yang menunggu untuk segeradiproses.7. Prosesmanufacturingyang lebih singkat.Dengan memperpendek jarak antara operasi satu dengan operasi berikutnya dan mengurangi bahan yang menunggu sertastorageyang tidak diperlukan maka waktu yang diperlukan dari bahan baku untuk berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain dalam pabrik dapat diperpendek sehingga secara total waktu produksi akan dapat pula diperpendek.8. Mengurangi resiko bagi kesehatan dan keselamatan kerja dari operator.Perencanaan tata letak pabrik adalah juga ditujukan untuk membuat suasana kerja yang nyaman dan aman bagi mereka yang bekerja didalamnya. Halhal yang bisa dianggap membahayakan bagi kesehatan dan keselamatan kerja dari operator haruslah dihindari.

9. Memperbaiki moral dan kepuasan kerja.Pada dasarnya orang menginginkan untuk bekerja dalam suatu pabrik yang segala sesuatunya diatur secara tertib, rapi dan baik. Penerangan yang cukup, sirkulasi yang enak, dan lainlain akan menciptakan suasana lingkungan kerja yang menyenangkan sehingga moral dan kepuasan kerja akan dapat lebih ditingkatkan. Hasil positif dari kondisi ini tentu saja berupaperformancekerja yang lebih baik dan menjurus kearah peningkatan produktivitas kerja.10. Mempermudah aktivitassupervise.Tata letak pabrik yang terencana baik akan dapat mempermudah aktivitassupervise. Dengan meletakkan kantor/ruangan diatas, maka seorangsupervisorakan dapat dengan mudah mengamati segala aktivitas yang sedang berlangsung diarea kerja yang berada dibawah pengawasan dan tanggung jawabnya.11. Mengurangi kemacetan dan kesimpangsiuran.Materialyang menunggu, gerakan pemindahan yang tidak perlu, serta banyaknya perpotongan (intersection) dari lintas yang ada akan menyebabkan kesimpangsiuran yang akhirnya akan membawa kearah kemacetan. Dengan memakai material secara langsung dan secepatnya, serta menjaganya untuk selalu bergerak, makalabor costakan dapat dikurangi sekitar 40% dan yang lebih penting hal ini akan mengurangi problema kesimpangsiuran dan kemacetan didalam aktivitas pemindahan bahan.Layoutyang baik akan memberikan luasan yang cukup untuk seluruh operasi yang diperlukan dan proses bisa berlangsung mudah dan sederhana.12. Mengurangi faktor yang bisa merugikan dan mempengaruhi kualitas dari bahan baku atau pun produk jadi.Tata letak yang direncanakan secara baik akan dapat mengurangi kerusakankerusakan yang bisa terjadi pada bahan baku ataupun produk jadi. Getarangetaran, debu, panas, dan lainlain dapat secara mudah merusak kualitas material ataupun produk yang dihasilkan

Masalah dalam Perancangan Tata Letak Industri manufaktur selalu berada dalam persaingan yang ketat. Menghadapi kondisi ini, dimana variasi produk tinggi, daur hidup produk yang pendek, permintaan yang berubahubah, dan adanya tuntutan dalam hal pengiriman yang tepat waktu, menyebabkan perusahaan memerlukan strategi untuk meningkatkan efisiensi dalam menggunakan fasilitas. Suatu sistem manufaktur harus dapat menghasilkan produk-produk dengan ongkos yang rendah dan kualitas tinggi, serta dapat mengirimkannya tepat waktu kepada pelanggan. Suatu sistem juga harus dapat menyesuaikan diri terhadap perubahan-perubahan yang terjadi, baik dari perancangan proses maupun permintaan produk. Salah satu cara yang dapat dilakukan perusahaan untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan merancang tata letak pabrik atau melakukan konfigurasi ulang tata letak pabrik. Menurut Nicol dan Hollier 1983, perancangan tata letak tidak hanya diperlukan saat membangun perusahaan baru, tetapi juga saat mengembangkan perusahaan, melakukan konsolidasi atau mengubah struktur perusahaan. Perusahaan yang telah mapan membutuhkan perubahan tata letak fasilitasnya setiap dua atau tiga tahun sekali. Tata letak pabrik yang baik dan didukung pula dengan koordinasi kerja yang bagus antar setiap departemen dalam perusahaan diharapkan membuat perusahaan tetap bertahan dan sukses dalam persaingan industri di bidangnya.

Tipe Tata Letak Secara umum sistem operasi produksi dibagi menjadi dua tipe dasar, yaitu: Operasi kontinu, yang dicirikan dengan tingginya volume produksi, penggunaan peralatan khusus, variasi produk sedikit, adanya standarisasi produk serta adanya produk yang dibuat sebagai persediaan. Operasi tak kontinu(intermittent), yang dicirikan dengan volume produksi rendah, penggunaan peralatan yang umum (fleksibel), aliran produksi yang tidak kontinu, seringnya terjadi perubahan jadwal, variasi produk tinggi, dan produk dibuat untuk memenuhi pesanan pelanggan. Sistem operasi diatas memiliki konsekuensi pada tipe tata letak yang dipilih. Tipe tata letak dasar adalah sebagai berikut:1. Tata Letak Proses (Process Layout) Tata letak berdasarkan proses, sering dikenal dengan process ataufunctional layout, adalah metode pengaturan dan penempatan stasiun kerja berdasarkan kesamaan tipe atau fungsinya. Mesin-mesin yang digunakan tata letak proses berfungsi umum (general purpose). Tata letak proses umumnya digunakan untuk industri manufaktur yang bekerja dengan volume produksi yang relatif kecil dan jenis produk yang tidak standar (Wignjosoebroto, 2000). Keuntungan dari penggunaan tata letak proses yaitu:a. Total investasi yang rendah untuk pembelian mesin dan peralatan produksi lainnya.b. Fleksibilitas tenaga kerja dan fasilitas produksi besar dan sanggup mengerjakan berbagai macam jenis dan model produk.c. Kemungkinan adanya aktivitas pengawasan yang lebih baik dan efisien melalui spesialisasi pekerjaan.d. Pengendalian dan pengawasan lebih mudah dan baik terutama untuk pekerjaan yang sukar dan butuh ketelitian tinggi.e. Mudah untuk mengatasibreakdowndari mesin, yaitu dengan cara memindahkan prosesnya ke mesin lain tanpa banyak menimbukan hambatan yang signifikan. Keterbatasan dari tata letak proses antara lain:a. Ketidakefisienan dalam proses disebabkan oleh adanyabacktracking.b. Adanya kesulitan dalam menyeimbangkan kerja dari setiap fasilitas produksi yang akan memerlukan penambahan ruang untukwork-in-process storage.c. Adanya kesulitan dalm perencanaan dan pengendalian produksi.d. Operator harus memiliki keahlian yang tinggi untuk menangani berbagai macam aktivitas produksi.e. Produkstivitas yang rendah disebabkan setiap pekerjaan yang berbeda, masing-masing memerlukansetupdan pelatihan operator yang berbeda.2. Tata Letak Produk (Product Layout) Tata letak berdasarkan produk, sering dikenal denganproduct layoutatauproduction line layout, adalah metode pengaturan dan penempatan stasiun kerja berdasarkan urutan operasi dari sebuah produk. Sistem ini dirancang untuk memproduksi produk-produk dengan variasi yang rendah dan volume yang tinggi (mass production). Untuk itu dibutuhkan suatu sistem yang dapat memberikan produktifitas tinggi dengan ongkos yang rendah.

Keuntungan tata letak produk ini yaitu:1. Aliran pemindahan material berlangsung lancar, sederhana, logis, dan OMH-nya rendah.2. Work-in-processjarang terjadi karena lintasan produksi sudah diseimbangkan.3. Total waktu yang digunakan untuk produksi relatif singkat.4. Kemudahan dalam perencanaan dan pengendalian proses produksi.5. Memudahkan pekerjaan, sehingga memungkinkan operator yang belum ahli untuk mempelajari dan memahami pekerjaan dengan cepat. Keterbatasan dari tata letak produk yaitu:1. Kurangnya fleksibilitas dari tata letak untuk membuat produk yang berbeda.2. Stasiun kerja yang paling lambat akan menjadi hambatan (bottleneck) bagi aliran produksi.3. Adanya investasi dalam jumlah besar untuk pengadaan mesin, baik dari segi jumlah maupun akibat spesialisasi fungsi yang harus dimilikinya.4. Kelelahan operator: operator mudah menjadi bosan disebabkan pengulangan tanpa henti dari pekerjaan yang sama.5. Ketergantungan dari seluruh proses terhadap setiappart: kerusakan pada suatu mesin atau kekurangan operator untuk mengendalikan stasiun kerja bias menghentikan keseluruhan hasil produksi pada satulineproduk.3. Tata Letak Posisi Tetap (Fix Potition Layout) Tata letak posisi tetap, sering dikenal denganfixed material locationataufixed position layout, adalah metode pengaturan dan penempatan satsiun kerja dimana material atau komponen utama akan tetap pada posisi/lokasinya, sedangkan fasilitas produksi sepertitools, mesin, manusia, serta komponen lainnya bergerak menuju lokasi komponen utama tersebut. Keuntungan dari tata letak posisi tetap yaitu:1. Karena banyak bergerak adalah fasilitas produksi maka perpindahan material bisa dikurangi.2. Bila pendekatan kelompok kerja digunakan dalam kegiatan produksi, maka kontinyuitas operasi dan tanggung jawab kerja bisa tercapai dengan sebaik-baiknya.3. Kesempatan untuk melakukan pengkayaan kerja (job enrichment) dengan mudah bisa diberikan, selain itu juga dapat meningkatkan kebanggaan dan kualitas kerja karena dimungkinkan untuk menyelesaikan pekerjaan secara penuh (do the whole job).4. Fleksibilitas kerja tinggi. Keterbatasan tata letak posisi tetap yaitu:1. Besarnya frekuensi perpindahan fasilitas produksi, operator, dan komponen pendukung pada saat operasi kerja berlangsung.2. Memerlukan operator dengan skill yang tinggi disamping aktivitas supervisi yang lebih umum dan intensif.3. Adanya duplikasi peralatan kerja yang menyebabkan dibutuhkannya lokasi untukwork-in process.4. Memerlukan pengawasan dan koordinasi kerja yang ketat khususnya dalam penjadwalan produksi.4. Tata Letak Teknologi Kelompok (Group Technology Layout) Henry C.Co mendefinisikkan tata letak teknologi kelompok (group technology layout) sebagai teknik untuk mengidentifikasi dan mengelompokkan bersama komponen-komponen yang sama atau berhubungan dalam proses produksi untuk mengoptimalkan aliran produksi. Dalam konsep manufaktur, teknologi...

Recommended

View more >