...

Starbucks

by medina-juniar-djauhari

on

Report

Category:

Documents

Download: 0

Comment: 0

211

views

Comments

Description

Download Starbucks

Transcript

PENDAHULUAN (TEORI UMUM) a. Perusahaan Multinasional Adalah perusahaan yang memproduksi dan menjual produknya di dua negara atau lebih, sehingga aktivitas utamanya melibatkan lebih dari dua mata uang yang berbeda. Pada umumnya perusahaan multinasional memiliki kantor pusat di suatu negara dan didukung oleh beberapa anak perusahaan di beberapa negara. Saat ini kemampuan penguasaan teknologi informasi & informasinya sendiri, menjadikan suatu negara unggul dlm perdagangan internasional. Tantangan lain muncul dengan dikembangkannya artificial material yg diperkirakan menggantikan bahan baku alam, sehingga comparatif advantage suatu negara atas kepemilikan natural resources tidak dapat lagi dipertahankan. Pemanfaatan teknologi komunikasi yang maju seperti internet dan electronic commerce atau pemasaran berbasis elektronik kini memberikan keunggulan tersendiri. Perusahaan multinasional dapat memanfaatkan multi media dan internet untuk memasarkan produknya ke seluruh penjuru dunia. b. Perkembangan Perusahaan Multinasional Dalam perkembangannya perusahaan multinasional dapat dibedakan menjadi tiga dasar motif utama pendirian perusahaannya, yaitu: Pertama, perusahaan multinasional yang memperluas usahanya dalam rangka mencari bahan baku (raw material seeker). Contoh : PT. Freeport yang melakukan eksplorasi timah dan emas di Irian Jaya, Exxon Mobil yang mengusahakan pengeboran minyak di kawasan Sumatera, Caltex yang memperoleh hak untuk pengolahan & penambangan minyak di Riau Sumatera dan sebagainya. Kedua, perusahaan multinasional memiliki motif untuk pasar (market seeker). Perusahaan semacam ini go internasional karena memang pasar domestik tidak cukup luas sehingga untuk memenuhi kapasitas penuh dan economic of scale nya, perusahaan terpaksa menjadi perusahaan multinasional. Contoh : Ericsson yang memproduksi handphone dari Swedia dimana jika hanya mengandalkan pasar domestik saja maka ericsson tidak cukup kuat karena jumlah penduduk yang sedikit. Tetapi kini ericsson telah menjadi perusahaan yang sangat kuat sebagai pesaing utama motorola dari Amerika Serikat. Ketiga, perusahaan multinasional yang beroperasi secara internasional dlm usaha utk meminimumkan biaya atau sering disebut dengan cost minimizer. Perusahaan semacam ini go internasional karena ingin memanfaatkan keunggulan yang dimiliki dan memperoleh keringanan berupa pembebasan pajak, melakukan transfer price, memperoleh biaya tenaga kerja yg murah / bahkan meminimumkan biaya investasi – rendahnya harga tanah. Contoh : perusahaan Nike, Reebok dan perusahaan lain pembuat mainan anak-anak di Indonesia semata-mata ingin memanfaatkan biaya bahan baku dan tenaga kerja yg lebih rendah dibanding di negaranya sendiri di Amerika Serikat. I. EFEK STRATEGI GLOBALISASI Kemajuan teknologi informasi, komunikasi, dan transportasi seakan-akan membuat dunia semakin sempit. Perjalanan dari suatu negara ke negara lain dapat ditempuh dalam waktu yang lebih singkat. Adanya internet memungkinkan terjadinya informasi antar negara dalam hitungan menit atau bahkan detik. Digunakannya teknologi satelit dalam berkomunikasi, menjadikan pembicaraan internasional seakan seperti pembicaraan lokal. Dunia seakan menjadi tanpa batas. Integrasi perdagangan di pasar barang dan jasa selain dipicu oleh adanya trend global ke arah perekonomian pasar bebas, juga sangat dipengaruhi oleh lahirnya kerjasama ekonomi regional (misal APEC-Asia Pasific Economic Cooperation, NAFTANorth American Free Trade Agreement, EU-Europan Union) dan organisasi perdagangan dunia (WTO-World Trade Organization) yang mendorong setiap negara anggotanya untuk melonggarkan atau bahkan menghilangkan hambatan-hambatan perdagangan internasional. Ekspansi perusahaan-perusahaan multinasional ke beberapa negara, khususnya negara berkembang juga mempercepat proses integrasi perdagangan dunia. Perusahaan yang bermain di bisnis global harus mempertimbangkan resiko perubahan kurs mata uang dalam setiap pengambilan keputusan strategisnya. Makin marak perdagangan internasional dan investasi ke mancanegara telah membuat kurs mata uang makin volatil dan perusahaan harus mampu menetralisir volatilitas ini untuk mengurangi resiko usaha. Manajemen perusahaan perlu menempuh upaya-upaya pengamanan untuk menghindarkan dari resiko perubahan kurs mata uang misal dengan melakukan hedging, netting, pembelian opsi dsb. Selain itu aspek negara perlu juga dipertimbangkan demi eksistensi perusahaan dalam jangka panjang. Strategi mendekati pelanggan harus didukung dengan analisa menyeluruh mengenai prospek pasar (volume dan pertumbuhannya), resiko politik (misal adanya upaya nasionalisasi oleh pemerintah negara tuan rumah, perbedaan peraturan antara perusahaan lokal dan asing, stabilitas politik dan keamanan), dsb. Dengan mencermati setiap kekhasan yang ada di pasar mancanegara dan mendesain strategi yang mengakomodasi kekhasan tersebut, daya saing produk atau jasa yang ditawarkan perusahaan akan lebih terjamin. II. MENGAPA ADA BISNIS INTERNATIONAL Keberadaan bisnis internasional dapat dijelaskan melalui beberapa teori sebagai berikut : a. Teori Keunggulan Komparatif Setiap 3issal akan memfokuskan aktifitasnya pada objek, dimana ia memiliki keunggulan komparatif 3issal3y3g 3issal lain dalam menghasilkan objek tersebut. Spesialisasi ini akhirnya akan memunculkan kebutuhan untuk melakukan perdagangan internasional akan menikmati manfaat berupa peningkatan kualitas, kuantitas dsb. Contoh, Jepang dan Amerika memiliki keunggulan komparatif dalam penguasaan teknologi, canggih dibandingkan Indonesia dan 3issal3. Sebaliknya Indonesia dan Vietnam memiliki keunggulan komparatif dalam upah pekerja yang 3issal3y murah 3issal3y3g upah pekerja di Jepang dan Amerika. Oleh karena itu Jepang dan Amerika cocok bermain di 3issal3y padat modal (3issal otomotif, elektronik, dsb). Indonesia dan Vietnam lebih tepat di 3issal3y padat karya (3issal sepatu, garmen, tekstil dsb). b. Teori Ketidaksempurnaan Pasar Perdagangan internasional mungkin tidak akan terwujud apabila seluruh sumber daya produksi dapat berpindah atau dipindahkan dari suatu negara ke negara lain tanpa batas. Mobilitas faktor-faktor produksi yang sangat tinggi dan fleksibel akan menyetarakan biaya dan tingkat keuntungan serta menghilangkan keunggulan komparatif suatu negara. Sayangnya, kondisi pasar yang sempurna tidak akan terwujud sehingga muncullah adanya perdagangan internasional ini. c. Teori Siklus Produk Setiap perusahaan global umumnya mulai dirintis dari negara asalnya untuk memenuhi pasar domestiknya. Pertumbuhan dan besar pasar domestik yang terbatas memberikan inspirasi bagi pengusaha untuk mengekspor produknya ke negara lain. Keberhasilan perusahaan menembus & mengembangkan pasar ekspornya, menyadarkan pemerintah negara tujuan ekspor ini mulai memproteksi pasar dalam negerinya guna melindungi eksistensi perusahaan-perusahaan lokal. Kondisi demikian tadi memaksa perusahaan pengekspor untuk merumuskan kembali strategi perdagangan internasionalnya. Langkah yang umum ditempuh adalah melakukan penanaman modal asing (foreign direct investment – PMA) di pasar luar negeri atau membentuk usaha patungan (joint venture) dengan perusahaan lokal. Uraian diatas merupakan penjelasan konseptual mengapa terjadi bisnis internasional. Secara lebih konkret terdapat banyak alasan yang menjadi motif bagi pelaku bisnis internasional, yaitu antara lain : c.1. Memperluas pasar untuk mencari sumber-sumber permintaan baru. c.2. Bisnis internasional memberikan keuntungan yg lebih besar dari pasar domestik. c.3. Mengoptimalkan skala ekonomis untuk meningkatkan efisiensi usaha. c.4. Memanfaatkan faktor-2 produksi yg lebih murah. c.5. Meraih keuntungan monopoli. c.6. Bereaksi thd pembatasan pemerintah domestik. c.7. Diversifikasi resiko usaha c.8. Bereaksi thd perubahan kurs mata uang c.9. Mencari kestabilan iklim politik III. PROSES EKSPANSI BISNIS KE MANCANEGARA Proses ekspansi bisnis internasional biasanya dilakukan secara bertahap. Langkah awal yang ditempuh untuk melayani pasar luar negeri adalah mengekspor produk. Strategi ini dipandang cocok untuk menjajaki potensi pasar luar negeri karena kadar resiko relatif kecil. Sembari mengekspor produknya, perusahaan dapat mencermati dan menganalisis berbagai aspek yang mempengaruhi penjualan di pasar luar negeri, misal : kondisi supply and demand, kebiasaan membayar, keberadaan lembaga-lembaga keuangan, stabilitas politik dan keamanan dan sebagainya. Ketika ekspor dipandang kurang mampu mengoptimalkan penerimaan perusahaan. Hal ini karena adanya perantara independen yaitu perusahaan pengimpor. Biasanya setelah memahami seluk beluk pasar luar negeri, perusahaan pengekspor akan mendirikan perwakilan penjualan dan membuka fasilitas-fasilitas pelayanan serta menetapkan saluran distribusi. Perwakilan penjualan dapat didirikan sendiri oleh perusahaan pengekspor atau mengajak perusahaan pengimpor untuk menjadi mitra bisnis. Apabila pasar diproyeksikan dapat terus bertumbuh dan besarnya memadai perusahaan akan berpikir untuk melakukan kegiatan produksi dipasar luar negeri (PMA). Penanaman modal asing umumnya harus melibatkan pengusaha atau pemerintah lokal baik dalam kepemilikan saham maupun kepengurusan di dewan direktur. Pendirian pabrik diluar negeri berarti mendekatkan perusahaan ke pasar sehingga dapat meningkatkan kemampuan perusahaan untuk menangkap setiap perubahan selera dan tuntutan konsumen. Ada cara lain yang terkadang ditempuh perusahaan asing untuk memasuki pasar luar negeri, yaitu pemberian lisensi (licensing) dan hak waralaba (franchising). Baik licensing maupun franchising, perusahaan asing memberi hak kepada perusahaan lokal untuk memproduksi produknya sesuai dengan formula aslinya. Sebagai kontra prestasinya perusahaan pemberi lisensi (licensor) dan hak waralaba (franchisor) akan memperoleh royalti atau fee dari perusahaan penerima lisensi (licensee) dan penerima hak waralaba (franchisee). IV. DAMPAK PERUSAHAAN MULTINASIONAL a. Positif Dampak positif atas kehadiran MNC, yaitu : a.1. Untuk menghasilkan pertumbuhan ekonomi negara penerima. a.2. Menutup defisit neraca traksaksi berjalan secara lebih netral. Artinya dibandingkan dengan pinjaman asing dan portfolio invetsment asing maka FDI (Foreign Direct Investment) banyak terbukti telah menolong penutupan defisit neraca trasaksi berjalan dari negara berkembang dengan baik. a.3. Memberikan efek multiplier positif pada peningkatan pertumbuhan kegiatan industri pasokan dan industri komponen. a.4. Memberikan efek multiplier yang tinggi pada penyerapan tenaga kerja trampil (lulusan program pasca sarjana dan sarjana) dan tenaga ahli khusus. a.5. Mempercepat proses transfer teknologi pada perusahaan mitra lokal dan perusahaan lokal yang terkait. a.6. Mengurangi tingkat korupsi karena perusahaan MNC umumnya merupakan perusahaan yang go publik. b. Negatif Alasan utama banyaknya negara berhati-hati sebelum mengizinkan operasi suatu perusahaan multinasional di negaranya adalah dampak-dampak negatif yang mungkin ditimbulkannya. Salvatore paling tidak menyebutkan 6 dampak ini di dalam bukunya, Terhadap negara asal : a.1. Hilangnya sejumlah lapangan kerja domestik. Ini karena perusahaan multinasional mengalihkan sebagian modal dan aktivitas bisnisnya ke luar negeri. a.2. Ekspor teknologi, yang oleh sebagian pengamat, secara perlahan-lahan akan melunturkan prioritas teknologi negara asal dan pada akhirnya mengancam perekonomian negara bersangkutan. a.3. Kecenderungan praktik pengalihan harga sehingga mengurangi pemasukan perpajakan a.4. Mempengaruhi kebijakan moneter domestik. Terhadap negara tuan rumah: a.1. Keengganan cabang perusahaan multinasional untuk mengekspor suatu produk karena negara tersebut bukan mitra dagang negara asalanya. a.2. Mempengaruhi kebijakan moneter negara yang bersangkutan. a.3. Budaya konsumsi yang dibawa perusahaan tersebut bisa mengubah budaya konsumsi tradisional. konsumen local dan pada akhirnya mematikan unit-unit usaha CONTOH KASUS (STARBUCKS) Starbucks Corporation adalah sebuah jaringan kedai kopi dari Amerika Serikat yang bermarkas di Seattle, Washington. Starbucks adalah perusahaan kedai kopi terbesar di dunia, dengan 15.012 kedai di 44 negara. Strabucks menjual kopi, minuman panas berbasis espresso, minuman dingin dan panas lainnya, makanan ringan, serta cangkir dan bijih kopi. Melalui divisi Starbucks Entertainment dengan merek Hear Music, perusahaan ini juga memasarkan buku, musik, dan film. Sejak pertama kali dibuka di Seattle, Starbucks tumbuh dengan sangat cepat. Pada tahun 1990-an, Starbucks banyak membuka kedai baru. Pertumbuhan ini terus berlanjut sampai tahun 2000-an. Pada akhir maret 2008, Starbucks telah memiliki 16.226 kedai, 11-434 diantara berada di Amerika Serikat. Namun pada 1 juli 2008, Starbuck mengumumkan bahwa mereka akan menutup 600 kedai dan memotong rencana pertumbuhannya di Amerika Serikat, dikarenakan melemahnya kondisi ekonomi. Pada 29 juli 2008, Starbucks juga memberhentikan 1.000 pegawainya. Penutupan dan pemberhentian kerja ini merupakan akhir dari pertumbuhan pesat Starbucks yang dimulai pada tahun 1990-an. SEJARAH PERUSAHAAN Starbucks Coffee pertama kali dibuka pada tahun 1971 di Seattle oleh Jerry Baldwin, Zev Siegel, dan Gordon Bowker. Howard Schultz bergabung dengan perusahaan ini pada tahun 1982 dan terinspirasikan oleh bar espresso di Italia, membuka jaringan Il Giornale pada tahun 1985. Beberapa saat setelah pemilik aslinya membeli Peet’s Coffee and Tea, Starbucks dijual pada Howard yang kemudian mengganti nama Il Giornale dengan nama Starbucks pada tahun 1987. Starbucks pertama di luar Seattle adalah di Vancouver dan Chicago pada 1987 sedangkan cabang pertama di luar Amerika Utara terletak di Tokyo, Jepang yang dibuka pada 1996. PT Mitra Adhi Perkasa mendapatkan lisensi untuk mengoperasikan Starbucks di Indonesia. Selanjutnya PT Mitra Adhi Perkasa menunjuk Anthony Cottan, seorang yang berpengalaman dalam Customers Service, untuk meluncurkan dan mengelola merk tersebut. Anthony dengan anggota 8 orang dari Jakarta ingin belajar untuk 3 bulan di Seattle, sebelum membuka toko pertama pada bulan Mei 2002. KERJASAMA DI INDONESIA Dalam menjalankan usahanya Starbucks Coffee membutuhkan bahan bahan seperti kopi, susu, sebagai bahan dasar untuk membuat minuman. Starbucks Coffee tidak hanya menjual minuman, akan tetapi juga menjual makanan dan merchandise Untuk memenuhi kebutuhannya tersebut, Starbucks Coffee bekerja sama dengan pemasok-pemasok baik dari luar negeri maupun dalam negeri. Untuk pemasok-pemasok dari dalam negeri, Starbucks bekerja sama dengan PT.Panama Dian Fajar, untuk memenuhi kebutuhan Pastry. PT. Supra Sumber Cipta untuk memenuhi kebutuhan akan susu non-fat dan regular. AMADEUS untuk memenuhi kebutuhan akan cake. PT.Bahana Genta Viktory untuk memenuhi kebutuhan minuman dalam botol. PT. Masuya Graha untuk memenuhi kebutuhan strawberry jam dan orange jam. Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan lainnya seperti kopi, dan bahan baku dasar untuk membuat minuman frappucino, flavour syrup. Pemasoknya adalah Starbucks Coffee Company di Seattle. Begitu juga dengan merchandise di impor langsung dari Starbucks Coffee Company, Seattle. Akan tetapi, tidak semua merchandise di impor langsung dari Amerika, ada beberapa merchandise yang dirancang khusus untuk kawasan Asia, merchandise tersebut di impor dari Cina. PEMASUKAN BAGI NEGARA INDONESIA Perusahaan ritel kopi terbesar di dunia, Starbucks, meraup laba bersih US$ 359 juta (Rp 3,2 triliun) di tahun fiskal yang berakhir 30 September 2012. Angka ini hanya naik tipis dari tahun sebelumnya pada periode yang sama US$ 358,5 juta. Meski labanya stagnan, tapi sudah melebihi prediksi para analis. Starbucks berencana menambah nilai dividen yang akan dibagikan kepada pemegang saham menjadi 24% dari laba atau setara Rp 768 miliar. Setelah pengumuman dividen tersebut, saham perusahaan yang tercatat di Wall Street itu naik lebih dari 6% setelah penutupan perdagangan. Pendapatan perusahaan tercatat naik 11% menjadi US$ 3,36 miliar dari US$ 3,03 miliar tahun lalu Perusahaan asal Amerika Serikat (AS) itu menaikkan target laba per saham tahun depan di rentang US$ 2,06 sampai US$ 2,15 per lembar saham. Saat ini, laba per saham perusahaan berada di US$ 0,46 per lembar. Starbuks akan membuka 1.300 toko baru tahun depan. Tujuh puluh sampai 80% pertumbuhan akan dilakukan di luar AS, terutama di Asia. Keuntungan bagi negara Indonesia adalah dengan kerjasama nya dengan partnerpartner untuk memenuhi kebutuhan Starbucks yang ada di Indonesia, selain itu berasal dari pajak usaha yang mendatangkan keuntungan bagi negara indonesia. Mitra Adiperkasa selama ini hanya mengambil lisensi perusahaan yang sudah punya reputasi internasional untuk dipasarkan di dalam negeri. Kesuksesan perusahaan yang aktif memasarkan produk waralaba ini sangat didukung peningkatan daya beli masyarakat Indonesia. DAMPAK SOSIAL BUDAYA Masyarakat Indonesia yang semakin kaya lebih suka membelanjakan uang ke geraigerai waralaba asing. Selain itu, gerai produk makanan minuman sampai busana yang dibuka Mitra Adiperkasa menawarkan secercah gaya hidup Barat bagi konsumen lokal. Konsumen Indonesia ingin merasakan gaya hidup Barat. Bila anda punya uang, untuk apa pergi ke warung kopi lokal kalau anda bisa ke Starbuck. Uang yang mengalir ke Mitra Adiperkasa diramalkan belum akan berakhir disebabkan proyeksi konsumsi domestik yang masih tinggi, dengan pertumbuhan lebih dari 6 persen. Aktivitas belanja kelas menengah untuk produk konsumsi seperti yang banyak dipasarkan perusahaan ini masih akan tinggi. Di sisi lain, Direktur Umum Mitra Adiperkasa V.P Sharma mengaku bakal menambah gerai sebagai salah satu langkah meningkatkan pendapatan. Tahun depan perseroan menargetkan bisa menambah 400 gerai. Sejauh ini perusahaan itu telah memiliki 1.300 gerai di seluruh Indonesia dari 125 merek waralaba asing. LOKASI Masyarakat global adalah wilayah geografis tempat perusahaan melaksanakan operasinya. Saat ini Starbucks Coffee telah berkembang ke berbagai penjuru dunia. Starbucks sudah ada di beberapa negara. Di Agustus 2006 Starbucks telah memiliki 6.750 perusahaan yang mengoperasikan tokonya di seluruh dunia, 5.393 diantaranya berada di Amerika Serikat dan 1.357 berada di negara lainnya. Sekarang ini perusahaan Starbucks menjalankan 5.034 joint-venture dan outlet berlisensi. 2.952 berada di Amerika Serikat dan 2.082 di Negara lain, dan di kawasan Amerika Serikat. Hal ini menjadikan total lokasi Starbucks Coffee ( pada 1 September 2006) berjumlah 11.784 di seluruh dunia. Toko ritel Starbucks dapat ditemukan di Australia, Austria, Canada, Bahama, Chili, Cina, Kuwait, Jerman, Yunani, Hongkong, Indonesia, Irlandia, Jepang, Yordania, Libanon, Malaysia, Mexico, New Zealand, Oman, Peru, Filipina, Puerto riko, Qatar, Arab Saudi, Singapura, Korea Selatan, Spanyol, Swiss, Taiwan, Thailand, Turki, Liga Arab, dan Inggris. Di Indonesia sendiri, Starbucks telah memiliki 42 cabang, yaitu 1 di Medan, 34 di Jakarta, 3 di Surabaya, dan 4 di Bali. Pada tahun 2000, Starbucks telah memperkenalkan barisan dari produk fair trade. Sekarang ini Starbucks menawarkan tiga pilihan untuk kesadaran sosial para peminum kopi. Menurut Starbucks, mereka memesan 4,8 juta pon dari Certified Fair Trade Coffee dalam fiskal tahun 2004, dan 11,5 juta pon di tahun 2005. Starbucks telah menjadi pembeli terbesar dalam Certified Fair Trade Coffee di Amerika Utara (10 % dari pasar global). POLITIK Starbucks Indonesia bekerja sama dengan pemerintah meliputi berbagai hal yang terkait dengan regulasi-regulasi untuk pendirian toko ritel, pemasangan iklan, perpajakan. Baru-baru ini telah ditetapkan oleh pemerintah Indonesia mengenai larangan merokok di tempat-tempat umum. Starbucks yang pada umumnya berlokasi di mal dan pertokoan, telah menjalin kerja sama dengan pihak pemerintah untuk memberikan perizinan, agar Starbucks dapat tetap mengoperasikan wilayah smoking area yang terdapat di setiap toko Starbucks. Globalisasi telah mengubah kecenderungan di seluruh dunia dalam melakukan bisnis. Perusahaan merasa sulit untuk bertahan hidup dengan mengandalkan hanya pada pasar domestik. Perbatasan antar berbagai negara sekarang semakin terlihat. Perusahaanperusahaan saat ini menciptakan bisnis di berbagai negara tanpa batasan. Itulah mengapadi katakana bahwa sekarang adalah “dunia tanpa batas” yang dimana perusahaan beroperasi benar benar secara global,melakukan penjualan dan memperoleh sumber daya dimana saja yang menawarkan peluang terbaik dan biaya terendah. Iklan dimana mana hamir di seluruh dunia dari berbagai macam produk. Strategi Perusahaan menemukan bahwa ini bukanlah suatu hal yang mudah untuk mengembangkan bisnisnya di luar batasan. Kebutuhan dasar untuk globalisasi adalah untuk mempelajari budaya yang berbeda dari negara yang akan di datangi untuk melakukan bisnis. Mengambil semua aspek mulai dari pajak, hukum dan perundang- undangan sangat penting dalam melakukan globalisasi. EKONOMI Orang-orang pada zaman sekarang mulai mencari penghasilan yang lebih untuk melanjutkan hidup mewah mereka. Jumlah pendapatan dari dua rumah tangga semakin meningkat di seluruh dunia. Orang-orang mencari produk yang bisa mengurangi waktu mereka yang akan terbuang sia sia. Peningkatan layanan pada pelanggan, masalah pengoperasian bebas biaya dari suatu produk menjadi lebih penting. Karena dunia sedang menghadapi krisis, orang sangat menantikan untuk produk murah dan berkualitas. Harga menjadi prioritas untuk pelanggan. Kenaikan tingkat inflasi dan peningkatan pengangguran juga merupakan harganya lebih murah. “Sosial, kultural (budaya), demografi dan lingkungan“, menurut analisis ini, faktor untuk permintaan produk yang menciptakan berbagai jenis kebutuhan yang berbeda untuk tipe konsumen yang berbeda juga dalam berbagai produk, layanan, dan strategi yang berbeda. Dalam pandangan sosial, karyawan harus memiliki manfaat atau keuntungan. Akibatnya, setelah pensiun untuk kelompok baby boomer harus ada alokasi dana untuk pensiunan untuk mendukung kehidupan mereka secara jangka panjang. Selanjutnya, produk yang diproduksi secara global harus memiliki kenyamanan dan tampilan yang menarik untuk digunakan oleh konsumen. Hubungan antar budaya harus ada, di antara para pelanggan dikarenakan nantinya akan memproduksi produk- produk berkualitas dengan harga fleksibel bagi keluarga kaya dan kelas menengah. Orang juga melihat ke depan untuk produk tanpa bahan kimia. Ini berarti bahwa produk ini bebas dari bahan kimia atau penambah atau perisa rasa dan itu dibuat dari bahan alami. TECHNOLOGICAL Komunikasi massa dan teknologi tinggi telah menciptakan pola budaya yang beragam di seluruh dunia. Revolusi teknologi dan penemuan itu memiliki dampak yang dramatis pada organisasi. Internet adalah mesin informasi dunia yang menyebarkan informasi kepada individu satu dengan yang lainnya di seluruh dunia, tercatat pengembangan teknolgi fiber optic generasi ke 3 sudah meningkat lebih jauh sehingga dalam satu serat fiberopticnya dapat membawa data sebanyak 10 triliun bits persecond. Di satu di saru sisi iklan sudah memberikan prestasi yang tinggi dalam strategi pemasaran. Misalnya, memasarkan produk ke dalam facebook sehingga pengguna dapat melakukan pembelian secara Online. Pilihan ini akan memberikan kemudahan kepada pelanggan untuk membeli produk yang mereka butuhkan. Kemajuan teknologi dapat menyebabkan siklus hidup produk berubah dan meningkat dalam segi distribusi produk. Teknologi Tinggi pada segi mesin juga dapat meningkatkan supply dari suatu produk dimana yang nantinya akan perusahaan akan mendapatkan profit. Technology development Dukungan perusahaan dari pengembangan teknologi yang diterapkan meliputi sistem pemesanan barang secara online, sistem perusahaan berbasis internet dengan menggunakan SAP system yang memudahakan perusahaan dalam menjalankan aktifitas bisnisnya, sistem epayment untuk memudahkan pelanggan dalam melakukan pembayaran, dan sistem ecommerce yang dimiliki perusahaan untuk memberikan informasi kepada para pelanggannnya. Procurement of resources Dukungan perusahaan dalam pengadadan barang meliputi biji kopi mentah yang didapatkan Starbucks dari para petani kopi, mesin kopi untuk memproses biji kopi agar menjadi kopi Starbucks, pengadaan berbagai jenis kopi Starbucks dari berbagai penjuru dunia, peralatan promosi (marketing material), dan pengadaan merchandise dengan brand Starbucks Coffee. OPERASIONAL Proses Bisnis pada Bagian Operasional Starbucks Coffee Indonesia Proses kerja yang dilakukan dalam setiap retail store Starbucks Coffee, umumnya sudah terstruktur dengan baik, masing-masing bagian dalam operasional mulai dari barista sampai dengan tim manajemen pada posisi manajer, mengetahui dengan jelas apa saja yang harus dibuat, dan kepada siapa harus dilaporkan. Proses bisnis yang terjadi dalam retail store Starbucks Coffee meliputi kegiatan bisnis dalam arus produk, arus informasi dan keuangan. Pengadaan barang Produk produk seperti biji kopi, sirup, bahan dasar pembuat minuman dan material kebutuhan toko seperti gelas, pastry bag, paper bag, di datangkan langsung dari Starbucks Coffee Company, di Seattle. Untuk biji kopi Starbucks Coffee Company mendapatkan langsung dari para petani kopi di seluruh penjuru dunia yang tergabung dalam CAFÉ (Coffee And Farmer Equity), asosiasi ini ini akan mengirimkan biji kopi ke Starbucks Coffee Company di Seattle, di sini biji kopi tersebut diproses dengan menggunakan mesin khusus. Biji kopi yang telah diolah dan di kemas secara khusus dan akan dikirimkan ke berbagai perusahaan pemegang lisensi Starbucks Coffee internasional. Untuk Starbucks Coffee Indonesia, seluruh bahan baku dan barang kebutuhan toko akan dikirim langsung ke warehouse PT. Sari Coffee Indonesia. Setiap toko akan membuat form PO (purchase order), yaitu form yang berisi tentang barang-barang yang dibutuhkan toko dan jumlah yang dibutuhkan. Form purchase order ini akan dikirimkan melalui e-mail. Selanjutnya pihak warehouse akan mengirimkan barang kebutuhan toko, ke tiap toko ritel. Hal yang serupa juga dilakukan untuk pemesanan makanan, susu dan minuman botol yang penyediaan dipasok oleh pemasok lokal. Pihak tim manajemen (store manager, assistant manager, dan supervisor) akan membuat PO (purchase order) yang akan dikirimkan kepada para pemasok lokal menggunakan e-mail, dan para pemasok akan mengirimkan barang kebutuhan toko tersebut, sesuai dengan pesanan. Untuk produk-produk seperti susu, dan makanan, pada saat baru datang pihak toko akan mengecek kondisi dari makanan dan susu tersebut dengan mengecek temperaturnya. Lalu dari pihak pemasok akan memberikan form bukti penerimaan barang yang ditanda tangani oleh pihak toko yang menerima barang tersebut. Dalam form tersebut akan ada catatan apakah jumlah yang datang sesuai dengan yang dipesan atau tidak, dan catatan suhu makanan dan susu pada saat baru datang. Para tim manajemen akan membuat form purchase order untuk makanan setiap hari, untuk dikirimkan ke pemasok, sehingga pemasok dapat mengirimkan makanan kebutuhan toko setiap pagi sebelum toko dibuka. SUMBER : destri_rahmania : http://id.scribd.com/doc/98451075/Resume-MNC http://finance.detik.com/read/2012/11/02/104129/2079516/6/starbucks-bagi-bagi-dividen-rp768-miliar-meski-laba-stagnan Didit Septiadi - http://id.scribd.com/doc/44030784/Journal-Starbucks-Analisis-StrategicChoice http://www.starbucks.co.id/enUS/_About+Starbucks/_Press+Room/Starbucks+Reports+February+Revenues.htm http://m.bisnisaceh.com/ritel/pengelola-starbucks-indonesia-raup-pendapatan-rp54triliun/index.php http://www.teguhsantoso.com/2012/04/profil-perusahaan-starbuckscorporation.html#ixzz2OqmKHQ2U
Fly UP